Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Balap Lari Jadi Kegiatan Positif, tapi Tidak Sesuai Norma saat Dilakukan di Jalan Raya

Rizky Wahyu Arya Hutama • Minggu, 31 Maret 2024 | 17:20 WIB

DINI HARI: Sekelompok remaja yang terlibat dalam balap lari di seputaran Tugu Jogja kemarin (23/3) sekitar pukul 01.00.
DINI HARI: Sekelompok remaja yang terlibat dalam balap lari di seputaran Tugu Jogja kemarin (23/3) sekitar pukul 01.00.
 

RADAR JOGJA - Fenomena balap lari di jalan raya akhir-akhir ini marak terjadi. Begitu pula di Jogjakarta. Teranyar, video sekumpulan remaja kembali melakukan balap lari di kawasan Tugu Jogja kemarin (30/3) sekitar pukul 01.00 dini hari. Meskipun lari adalah kegiatan positif, namun hal ini tidak sesuai norma yang ada.

 

“Yang perlu menjadi perhatian adalah tempat dan waktu pelaksanaannya yang tidak lazim,” ungkap Staf Pengajar Program Studi Kebijakan Pendidikan FIPP UNY Ariefa Efianingrum kemarin.

 

Ariefa juga mengatakan, lomba lari dapat menjadi tindakan negatif jika pelaksanannya melanggar norma dan mengganggu kepentingan umum. Jika dilihat dari perspektif sosiologis, lomba lari merupakan sarana memperluas jaringan pertemanan. Namun secara sosio-kultural, tindakan balap lari di jalan raya itu menjadi kurang sesuai dengan norma, nilai budaya, dan ekspektasi sosial. Terlebih jika sampai mengganggu tata krama, ketertiban, maupun ketenangan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

 

Suatu tindakan, lanjutnya, memiliki makna dan implikasi tertentu. Demikian juga balap lari yang memiliki makna bagi peserta, penyelenggara, suporter, penonton, maupun masyarakat luas. Jika tidak sportif, balap lari ini berpeluang menjadi arena taruhan dan perjudian. Bahkan bisa berubah menjadi ajang tawuran antarsuporter.

 

"Tanpa karakter sportivitas, balap lari dapat mengarah pada agresivitas dan kekerasan yang mengarah pada perpecahan. Oleh karena itu, perlu dikaji secara mendalam untuk menemukan solusi terbaik," beber Ariefa.

 

Lomba lari yang dibiarkan tanpa arahan dan rambu-rambu yang jelas, akan menganggap aktivitas tersebut sebagai suatu tindakan yang wajar. Mereka dapat menormalisasi tindakan tersebut sebagai kewajaran dan akan mengulanginya kembali. Apalagi jika kemudian menjadi viral tanpa kontrol dan kontra dari netizen. Maka tindakan tersebut akan menjadi kelaziman.

 

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Jogja AKP Maryanto menyebut, kegiatan balap lari di jalan raya sangat dilarang. Karena menganggu keamanan dan keselamatan si pembalap maupun orang lain. "Jadi kami imbau untuk tidak melakukan kegiatan yang menggunakan jalan raya," tegasnya. 

 

Maryanto mengaku, Polresta Jogja akan menggencarkan patroli penjagaan di sekitaran lokasi balap lari. Sehingga jika kegiatan serupa terulang, akan dilakukan pembinaan.

"Jika ingin melakukan kegiatan olahraga itu tempatnya sudah ada sendiri," pesannya. (ayu/eno)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#balap lari jalanan #Jogja