Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sosok & Sisi Lain; Dosen Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP UPN Veteran Yogyakarta, Iva Rachmawati; Urusan 'Dalam Negeri' & Luar Negeri Imbang

Gunawan RaJa • Kamis, 28 Maret 2024 | 20:47 WIB
Iva Rachmawati
Iva Rachmawati

JOGJA – Di balik layar Dosen Jurusan Ilmu Hubungan Internasional FISIP UPN Veteran Yogyakarta, Iva Rachmawati. Dr juga merangkap  jabatan sebagai ibu rumah tangga. Agar urusan 'dalam negeri' kondusif, dia berupaya adil membagi waktu.

Sebagai pendidik profesional, keahlian urusan dapur Lektor Kepala Diplomasi dan Negosiasi diuji lagi, terutama saat memasuki puasa Ramadan. Sementara di kampus, bulan ketiga setiap tahun menjadi bulan penuh godaan bagi dosen UPN untuk mendapat kesempatan melakukan riset yang terdanai.

“Waktu terbatas vs keinginan yang tidak mampu berkompromi dengan waktu menghasilkan paksaan terhadap mata untuk tetap melek,” ujarnya.

Di tengah perburuan data, literature review, surat mitra, anggaran, teori, konsep, pesan pesan mahasiswa bimbingan skripsi di whatsapp bersaing dengan notifikasi email sejumlah jurnal untuk melakukan review.

“Mata pun semakin dijajah untuk bertahan hingga 2.30 WIB pagi,” ucapnya.

Tak lama berselang terdengar samar dari pengeras suara masjid ‘sahuur…sahuuur…sahuuur’.  Mata terkantuk-kantuk, tidak jadi rebahan di kasur. Lanjut putar tuas kompor, masak air, manasin sayur. Membangunkan anggota keluarga dan menjalankan perintah agama yakni mengawali puasa dengan sahur.

“Ya gitu, episode berikutnya sudah bisa ditebak, cuci piring,” ucap pengelola Jurnal Studi Diplomasi dan Keamanan dan Jurnal Pena Wimaya itu dengan senyum tipis.

Meski dosen negosiasi, pihaknya mengaku pernah menyerah di awal jika lawan runding adalah waktu. Dan waktu ke kampus pun sudah berdiri di depan pintu. Mahasiswa telah menunggu, kelas harus dihadiri, teman riset juga mengerutkan dahi menagih draft.

Baca Juga: Selama Libur Lebaran, Target Kunjungan Wisata ke Sleman Dipatok 450 Ribu Orang

“Semangat, ke kampus dengan mata panda itu ga apa karena yang dibutuhkan dosen itu pita suara,” terangnya dan memastikan bahwa urusan 'dalam negeri' dan luar negeri harus berimbang. (gun)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#UPN Jogja #Sosok dan Sisi Lain #UPNV YK