SLEMAN - Teramati Gunung Merapi mengeluarkan 1 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1000 meter.
Demikian laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
Periode pengamatan Rabu 27 Maret 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Baca Juga: Alhamdulillah, Hasil Uji Tes Kit di Lima Pasar Ramadhan di DIY Nihil Bahan Berbahaya
Cuaca di Gunung Merapi mendung, hujan, dan berawan.
Angin bertiup tenang ke arah barat dan timur.
Suhu udara 15-26 °C, kelembaban udara 30-99 %, dan tekanan udara 768.2-918.8 mmHg.
Volume curah hujan 54 mm per hari.
Asap kawah tidak teramati.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III (siaga).
Meskipun mengalami penurunan aktivitas yang signifikan, BPPTKG memberikan rekomendasi sebagai berikut:
Baca Juga: Bagaimana Cara mengurangi Bau Mulut Saat Berpuasa? Ini Dia Tips Mengurangi Bau Mulut ...
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Baca Juga: Tindak Tegas Penjual dan Peracik, Polresta Magelang Sita 12 Kg Obat Petasan, Dua Remaja Diciduk
Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin