RADAR JOGJA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja dan Dinas Perdagangan Kota Jogja, mendatangi Pasar Ramadhan Kotagede, Rabu (27/3). Berdasarkan uji laboratorium cepat menunjukan makanan di pasar Ramadan Kotagede bebas dari penggunaan bahan berbahaya.
Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BPOM DIY, Wulandari mengatakan, untuk mengetahui kandungan makanan tersebut dilakukan dengan cara uji tes kit cepat. Melalui sampel makanan. Satu buah mobil BPOM disediakan sebagai laboratorium yang fleksibel untuk uji makanan.
"Kandungan yang kita cek diantaranya Formalin, Borax, Methanyl Yellow dan Rodhamin B," tuturnya pascauji makanan.
Tim penguji berkeliling di Pasar Ramadhan Kotagede sejak pukul 16.00. Mereka mengambil sejumlah 18 sampel makanan dan keseluruhannya aman bebas dari zat berbahaya tersebut.
"Kami juga melakukan penyuluhan kepada penjual dan masyarakat tentang makanan yang aman adalah bebas dari tiga bahaya yaitu fisik, biologi dan kimia," bebernya.
Sampel tersebut diambil dari beberapa makanan yang disinyalir mengandung zat zat berbahaya. Seperti bakso, mie basah dan camilan yang berwarna mencolok. Pasar Ramadan Kotagede adalah titik kelima target pasar ramadan di seluruh DIY.
“Kesemuanya belum ditemukan makanan yang mengandung zat berbahaya," jelasnya. “Total sampel keseluruhan adalah 72 sampel ditambah 18 di Kotagede.”
Menurutnya, makanan yang berpotensi mengandung zat berbahaya adalah bakso, puli, camilan berwarna dan minuman-minuman.
Sementara itu, salah seorang penjual makanan olahan asal Kotagede Rahmat menyampaikan, pihaknya tidak menggunakan bahan bahaya seperti pengawet dalam produk olahannya.
Namun, ia mengaku tidak tahu atau tidak sengaja jika saja nanti terdapat bahan yang dimaksud dalam makananya karena banyak menggunakan campuran bahan makanan dari pabrik. "Hasilnya aman, seperti teri gitu kan saya tidak tahu mengandung pengawet atau tidak," tuturnya.
Dia menyampaikan, saat produksi makanan pihaknya juga telah memilih bahan yang aman. Hal tersebut dikarenakan makananya tidak hanya dijual tetapi juga sebagai konsumsi keluarganya. "Lha nanti kalau saya pakaibahan berbahaya kasihan cucu saya juga kena, wong mereka juga makan," kelakarnya. (oso/pra)
Editor : Satria Pradika