JOGJA - Sebagai salah satu upaya meminimalisasi korban kecelakaan laut di objek wisata pantai selama momen libur Lebaran mendatang, sebanyak 328 personel Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) disiagakan melakukan pengamanan dan pencegahan di seluruh pantai di DIY.
Salah satunya pantai Parangtritis, panta ini juga yang perlu diwaspadai wisatawan karena adanya palung laut di sana.
Plt Kepala Satpol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan, sejauh ini yang perlu diwaspadai selama momentum liburan adalah kecelakan laut.
Sebab, objek pantai masih menjadi destinasi favorit yang dikunjungi wisatawan sampai hari ini.
"Bisa kunjungan satu hari mencapai 20 ribu (orang). Tapi di antara pantai-pantai yang berbahaya, paling berbahaya adalah Parangtritis karena ada palung laut," katanya Rabu (27/3).
Noviar menjelaskan pengamanan di destinasi pantai ini dilakukan di 33 titik, mulai dari ujung timur Pantai Sadeng, Wedi Ombo, sampai ke wilayah barat Pantai Congot, Waduk Sermo hingga Gunung Merapi.
"Itu kami jaga 24 jam, personel kami siagakan di pinggir pantai," ujarnya.
Terlebih, di pantai Parangtritis yang dianggap berbahaya karena adanya palung. Personel SRI disebut sudah memasang bendera berwarna merah di tempat yang berbahaya.
Masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung diminta memperhatikan tanda-tanda yang dipasang tersebut.
"Kalau yang menjadi perhatian khusus kami ingatkan kepada wistawan di pantai Parangtritis agar lebih hati-hati terkait dengan masalah adanya palung laut disana. Jadi teman-teman saya sudah berjaga 24 jam di situ mengantisipasi wisatawan," jelasnya.
Adapun, sepanjang tahun 2023 sebanyak 25 orang meninggal dunia menjadi korban kecelakaan laut di semua objek wisata pantai di DIY.
Di antaranya, korban meninggal dunia akibat laka laut di pantai Parangtritis sedikitnya 3 orang.
"Di tahun 2024 ini nihil korban (korban meninggal dunia di pantai Parangtritis), korban-korban bisa diselematkan lebih dari 15 orang itu selamat semua," bebernya.
Selain itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY itu juga mengimbau para wisatawan maupun masyarakat untuk memperhatikan terkait dengan peringatan-peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG.
Mengingat saat libur Lebaran nanti masih memasuki musim penghujan. Terutama ketika terjadi awan cumulonimbus yang selalu disertai dengan angin puting beliung.
"Biasanya kalau tiga atau empat hari tidak hujan, maka hujan pertama yang disertai dengan awan yang gelap akan disertai dengan angin puting beliung . Maka perlu antisipasi pertama terkait pohon-pohon tumbang, kemudian benda-benda yang sekiranya mudah diterbangkan agar tidak diletakkan di luar rumah," terangnya.
Dalam rangka mengantisipasi hal tersebut, Satpol PP DIY bekerjasama dengan Polairud, Basarnas, SRI pada 3 April mendatang akan melaksanakan apel siaga di Pantai Trisik untuk mengantisipasi agar didalam masa libur lebaran tidak terjadi kecelakaan termasuk dalam hal mengantisipasi bencana.
"Termasuk didalam halnya ini juga kami sedang berporses untuk minta jaga warga, satlinmas yqng berada di lingkungan masing-masing untuk bisa meningkatkan keamanan di lingkungan masing-masing selama libur lebaran ini," tambahnya.
Adapun selain 328 orang SRI yang disiagakan di objek wisata pantai di DIY, pihaknya juga mengerahkan jaga warga dengan total 102 ribu orang, petugas satlinmas 27.524 orang.
Semua personel ini diminta saling mengingatkan untuk menjaga kemaanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
"Silakan nanti yang mengatur untuk jaga warga satlinmas itu adalah dari masing-masing kelurahan apakah nanti digilir per-shift. Yang penting selama lebaran ada yang mudik dan ada rumahnya kosong agar selalu waspada," imbuhnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad