RADAR JOGJA - Seorang mahasiswa melakukan hal konyol berujung petaka yaitu terjepitnya jari telunjuk pada besi antena di rooftop kampus Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja.
Tidak menimbulkan kerugian atau korban jiwa, hanya saja lima personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja terpaksa diterjunkan untuk penanganannya.
"Peristiwa Senin (26/3) sekitar pukul 13.30 di rooftop Kampus UKDW Jogja," ungkap Kepala Seksi Ops Penyelamatan dan Penanganan Bahan Berbahaya dan Beracun Damkarmat Kota Jogja Timur Diliyanto Judho Asmoro kemarin (26/3).
Kejadian berawal dari para mahasiswi yang berkumpul di lantai atas untuk foto-foto. Karena gabut atau iseng, salah seorang di antaranya memasukkan jari kanannya ke tiang antena besi.
"Itu masuk ke tiang antena besi yang lumayan tebal. Memang ada lubang kecil, dan jari mahasiswi itu masuk ke situ dan tidak keluar," tuturnya.
Setelah berusaha mengeluarkan jari dan tetap tidak bisa, teman-temannya panik dan memutuskan melapor ke Damkarmat Kota Jogja. Mereka meminta bantuan ke Damkarmat dan langsung mendapat respons.
"Kami langsung meluncur ke lokasi. Saat itu pelapor menghubungi kami lewat telepon," jelasnya.
Saat proses evakuasi petugas Damkarmat mengalami sedikit kesulitan. Hal itu lantaran ukuran pipa besi antena yang relatif tebal sehingga membutuhkan waktu lama untuk memotongnya. Proses evakuasi memakan waktu sekitar 90-an menit.
Personel Damkarmat menggunakan alat gerinda untuk memotong besi agar mudah evakuasi. Akhirnya mahasiswa itu bisa lepas tanpa luka, meskipun jaringnya agak bengkak karena lumayan lama terjepit. "Satu regu kami kirim untuk evakuasi ke sana, jumlahnya lima orang," ucapnya.
Kasus semacam ini sebelumnya pernah terjadi dua kali di Student Center UIN Sunan Kalijaga. Pertama pada 31 Mei 2022, karena iseng bermain jari di lubang kursi seorang mahasiswi jarinya terjepit yang ada di student center.
"Penyelamatan jari waktu itu membutuhkan waktu lebih lama, sekitar satu jam. Selain karena waktu juga sudah gelap dan jarinya mulai membengkak," ujarnya.
Kasus kedua pada 20 Desember 2023 di tempat yang sama. Penyebabnya juga sama, iseng bermain jari di lubang kursi. Tapi hal itu bisa diatasi dalam waktu 10 menit. (oso/laz)