RADAR JOGJA - Jelang libur Lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan memaksimalkan pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) sebagai ulaya antisipasi tumpukan sampah.
Selain itu, juga akan meminimalisasi penambahan tumpukan sampah baru agar tidak meluber ke jalan. "Kondisi depo sekarang penuh. Kami akan lakukan pengurangan atau bahkan dikosongkan,’’ ujar Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo, kemarin Senin (25/3).
Upaya tersebut dilakukan untuk menyongsong libur panjang Lebaran yang berpotensi menambah produksi sampah. Selain itu juga supaya tudak menagganggu baik dari estetika maupun kesehatan. “Seperti di depo Mandala Krida, Pengok, dan Lapangan Karang, " tuturnya.
Ketua Tim Kerja Penanganan Persampahan DLH Kota Jogja Mareta Hexa Sevana menyampaikan kemungkinan untuk mengenolkan atau mengosongkan tabungan sampah sebelum Lebaran akan sangat sulit dilakukan. Hal tersebut dikarenakan butuh lahan pembuangan yg cukup luas untuk memindahkan dari depo yang saat ini kondisinya sudah penuh dengan sampah lama.
"Upaya yang bisa dilakukan adalah meminimalisasi penambahan tumpukan sampah baru dan mengurangi sedikit demi sedikit sampah lama agar pada saat liburan nanti kondisi depo tidak meluber sampai ke jalan," ujarnya.
Maka dari itu, menjelang Lebaran pihaknya akan melakukan percepatan TPS3R untuk segera beroperasi maksimal. Proyek pembangunan dua lokasi TPS3R baru sedang berjalan (TPS3R Kranon & TPS3R Karangmiri).
Pembangunan ditargetkan pada pertengahan April nanti sudah bisa mulai operasional untuk mengolah sebagian besar sampah yang berasal dari aktifitas warga di Kota Jogja.
Pihaknya juga melakukan percepatan dalam penyiapan mesin-mesin pengolah sampah di TPS3R yang sudah beroperasi. Selain itu pengoptimalan jam kerja petugas pengolah juga dilakukan agar kapasitas sampah yang bisa diolah menjadi lebih banyak dari sebelumnya.
Di Nitikan yang eksisting sudah berjalan, kapasitasnya akan ditingkatkan menjadi 50 ton per hari. Di Kranon rencananya akan mengolah 30 ton per hari. Di Karangmiri 20 ton per hari. (oso/din)
Editor : Satria Pradika