RADAR JOGJA - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jogja bersiap melakukan kegiatan kemanusian selama libur lebaran nanti. Dengan membuka tiga posko pelayanan.
Plt Ketua PMI Kota Jogja Irjen (Purn) Haka Astana mengatakan, posko yang akan disiapkan di Kota Jogja difokuskan pada lokasi yang akan dipadati wisatawan. Dibuka pada masa arus mudik dan balik lebaran mulai 7-14 April 2024.
"Kami sudah izin ke PMI DIY untuk penyelenggaraan pelayanan kemanusiaan dengan membuka tiga posko pelayanan," katanya di sela kegiatan buka puasa bersama PMI Kota Jogja dengan seluruh jajaran pengurus PMI Kemantren se-Kota Jogja Kamis (21/3). Kegiatan juga dihadiri mantan Ketua PMI Kota Jogja Heroe Poerwadi.
Mantan Kapolda DIY itu menyebut lokasi posko difokuskan pada lokasi yang akan banyak didatangi wisatawan. Yaitu di kawasan Titik Nol Kilometer dan di area GL Zoo. "Kenapa tidak di Malioboro? Karena muaranya wisatawan di Malioboro ya di Titik Nol Kilometer itu," ungkapnya.
Selain itu juga akan disiapkan posko pelayanan saat hajat dalem Keraton Jogja Garebeg Syawal.
Untuk kegiatan donor darah sendiri, Haka sendiri mengaku terus menggenjot stok darah. Sebagai antisipasi kekhawatiran menurunnya jumlah pendonor darah selama masa lebaran nanti.
Baca Juga: Alhamdulillah, Indonesia Menang Tipis Atas Vietnam dan Merangsek ke Peringkat Dua Klasemen
Salah satunya dengan menggelar donor darah massal yang akan dilakukan setelah Salat Tarawih di Masjid Gede Kauman Jogja. PMI Kota Jogja akan menyiapkan mobil unit donor darah. "Selain itu, permintaan kegiatan donor darah, juga dilakukan di gereja-gereja," tuturnya.
Selain itu untuk donor darah sukarela yang datang ke markas kantor PMI Kota Jogja, Haka mengatakan juga dibuka lebih malam. Pelayanan dilakukan hingga pukul 22.00. "Sore sampai malam harapanya lebih banyak yang memdonor setelah berbuka," ungkapnya.
Untuk stok darah sendiri, Haka mengaku saat ini dalam kondisi aman. Untuk kebutuhan setiap golongan darah berada di atas 100 kantong. "Mampu melayani permintaan darah di Kota Jogja dan sekitarnya," paparnya.
Editor : Heru Pratomo