JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) menyiapkan skema lalu lintas (Lalin). Itu mengingat momen mudik Lebaran 2024 akan segera dimulai. Sejumlah rencana skeman Lalin sudah mulai disiapkan. Tujuan utamanya tentu menghindarkan DIJ dari kepadatan atau bahkan kemacetan kendaraan.
Menurut prediksi, Kementerian Perhubungan tahun ini akan terjadi peningkatan jumlah masyarakat yang mudik ke DIJ tahun ini. Angka peningkatannya itu diprediksi akan meningkat sekitar 6%. Pelaksana harian Dishub DIJ Sumariyoto menyampaikan, puncak masyarakat mudik ke DIJ diprediksi pada tanggal 7 April atau sekitar H-3 Lebaran. Sedangkan puncak arus balik diprediksi pada tanggal 14-15 April atau H+5 Lebaran.
Dia sudah menyiapkan sejumlah skema untuk para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi. Itu perlu diatur agar menghindari kepadatan atau kemacetan di satu titik. Menurutnya, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi mayoritas dari arah timur. "Dari arah Tinur kan yang mau ke Gunungkidul tidak perlu masuk ke Jogja. Bisa langsung ke Selatan lewat Klaten melalui Bayat," ungkapnya, Kamis (21/3/2024).
Pintu masuk ke Gunungkidul melalui Patuk, kata Sumariyoto kemungkinan akan padat saat puncak mudik. Oleh karena itu, pemudik diminta jangan sepenuhnya lewat Patuk jika ke Gunungkidul. Sedangkan untuk yang ke Sleman dari arah Timur bisa manfaatkan jalur alternatif melalui jalan bagian Utara. Untuk yang dari Barat bisa melalui JJLS yang sudah bagus jalannya tidak perlu masuk kota.
Namun, dia berpesan agar berhati-hati bagi pengendara karena sudah masuk musim penghujan. Kondisi itu mengakibatkan banyak jalan berlubang membahayakan bagi pemudik yang mengendarai motor. "Silahkan gunakan jalur alternatif nanti saya pasang rambu penunjuk jalan darurat," imbuhnya.
Selain itu, Dishub DIJ sudah menggiatkan ramp check terhadap kendaraan yang akan digunakan untuk mengangkut pemudik. Ramp check ini sudah dilakukan sejak dua pekan lalu masih berlanjut hingga sekarang. Rencananya pengecekan itu akan dilangsungkan sampai pekan depan. Ramp check menyasar pool-pool yang ada bus AKAP dan sejenisnya.
Pria yang biasa disapa Oyot itu menambahkan, dari pelaksanaan ramp check sementara ini ada sejumlah temuan. Itu berupa unit bus yang tidak layak jalan untuk beroperasi mengakut penumpang mudik. "Ada beberapa bus yang tidak layak jalan jumlah detailnya belum dapat laporan jadi tidak dapat memperkirakan angkanya," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Terminal Giwangan Kota Jogja Sigit Saryanto mengatakan, pemudik yang menggunakan bus diperkirakan naik sekitar 5% dibanding Lebaran tahun lalu. Menurutnya, angka tahun lalu ada sekitar 150an ribu penumpang yang tiba di Terminal Giwangan saat mudik. Sedangkan untuk mudik Lebaran 2024 diprediksi mencapai 160an ribu penumpang. Puncaknya pemudik tiba di DIJ diprediksi pada 6 atau 7 April.
"Diakomodir dari mudik Lebaran tahun lalu ke yang sekarang diperkirakan peningkatan 5% penumpang yang datang saat mudik sekitar 165 ribu," tuturnya. Kenaikan 5% itu berdasarkan tren tiga tahun terakhir pasca pandemi yang selalu naik jumlah pemudiknya. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan sehari sebelum masuk kerja usai cuti bersama. Itu dipastikan menjadi puncak arus balik karena kecenderungannya selalu demikian.
Sigit menuturkan, ramp check di Terminal Giwangan rutin setiap hari. Nanti akan disesuaikan apabila ramp check perlu ditingkatkan jumlahnya. Itu karena akan menyesuaikan mendekati Lebaran sehingga banyak unit bus yang perlu dilakukan ramp check. Menurutnya, beberapa memang ada temuan tetapi tidak begitu signifikan dan busnya masih dapat beroperasi. (rul).
Editor : Iwa Ikhwanudin