Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Awasi Peredaran Bahan Berbahaya pada Makanan,  Selain Kegiatan Ramadhan, Disdag dan Dinkes Sasar Pasar Tradisional

Khairul Ma'arif • Kamis, 21 Maret 2024 | 16:35 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Dinas Perdagangan Kota Jogja dan Dinas Kesehatan Kota Jogja melakukan monitoring terhadap makanan yang diperdagangkan di pasar-pasar yang berada di wilayahnya.

Kemarin (20/3), mereka melakukan monitoring Pasar Sentul, Pakualaman untuk melakukan pengawasan terhadap bahan berbahaya.


Dalam kesempatan itu, tim mengambil lima sampel. Terdiri dari bakso, bakmi basah, teri, agar-agar, dan kerupuk kering. Ketua Tim Kerja Pengawas Perdagangan Disdag Kota Jogja Budi Santoso mengatakan,seandainya hasilnya mengandung boraks disdag akan menindaklanjuti hasil tersebut.


Menurutnya, tindak lanjutnya berupa penyampaian pesan ke pedagang yang bersangkutan agar tidak menjual lagi barang itu. Sebelumnya, dilakukan di Pasar Kranggan, Kota Jogja dan hasil pengecekannya belum diterima Disdag. Apabila sudah ada hasilnya nanti akan ditindaklanjuti oleh Disdag.


Budi mengaku, pengambilan sampel rutin dilaksanakan di pasar-pasar tradisional Kota Jogja yang jumlahnya ada 29. Kerja sama dengan Dinkes sebagai upaya agar pasar-pasar di Kota Jogja bersih dari pangan atau makanan yang mengandung bahan berbahaya.

"Tahun kemarin kami mengambil 269 sampel di sejumlah pasar tradisional, pasar ramadan, dan ritel modern. Ditemukan ada beberapa sampel yang mengandung bahan berbahaya positif," ungkapnya.


Menurutnya, dari temuan tahun lalu itu sudah ditindaklanjuti. Para pedagang yang kedapatan diminta membuat surat pernyataan agar tidak menjual barang-barang tersebut.

Harapannya dengan pemantauan pengawasan dan monitoring ini contohnya tidak ada lagi temuan bahan berbahaya di pangan atau makanan yang dikonsumsi masyarakat luas.

Temuan tahun lalu yang ada bahan berbahayanya berupa makanan teri asin dan kerupuk gendar.
Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menambahkan, monitoring itu memang sudah direncanakan untuk diselenggarakan saat Ramadan.

Sasarannya memang pasar-pasar takjil yang akan disampling secara acak. Ada bantuan juga dari BPOM. Pasar takjil Kauman dan Jogokariyan menjadi dua di antara yang biasanya turut dicek.

Pengecekan terhadap bahan berbahaya yang langsung di TKP. "Jika ditemukan harus dimusnahkan dan memberikan edukasi kepada penjualnya," ungkapnya. (rul/din)

Editor : Satria Pradika
#Dinas Kesehatan Kota Jogja #Dinas Perdagangan Kota Jogja #Pasar Sentul #ramadhan #pasar tradisional #BPOM