Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Malioboro Sepi, Becak dan Andong Sulit Cari Penumpang

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 21 Maret 2024 | 13:20 WIB
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA


RADAR JOGJA - Memasuki hari ke-9 Ramadan, sopir andong dan becak di kawasan Malioboro mengeluhkan sepi penumpang. Bahkan tak sedikit yang sama sekali tidak mendapat orderan.

Sebagaian dari mereka memutuskan untuk berhenti 'mangkal' dan beralih menjadi pekerja serabutan. "Penyebabnya jelas karena tidak ada wisatawan datang. Sulit mendapatkan penumpang," tutur Ketua Paguyuban Tukang Becak Prasojo Ngatino, kemarin (20/3).


Bahkan, Purwanto pesimistis mendapatkan penumpang dari warga lokal. Karena selama ini mereka memang sangat jarang yang naik becak. Sepinya penumpang ini sudah dirasakan sejak awal puasa. Menghadapi hal tersebut, para pembecak harus memutar otak supaya tetap bisa mempunyai penghasilan.

Maka dari itu, sebagian dari mereka memutuskan untuk bekerja serabutan. Kalau yang punya keahlian lain seperti menukang, serabutan mereka bisa survive itupun tidak pasti. “Tapi mayoritas banyak yang menganggur dan tidak berpenghasilan," jelasnya.


Para pembecak memang telah memperkirakan bahwa Ramadan akan sepi orderan. Hal tersebut karena selama bertahun tahun siklus wisatawan memang seperti itu. "Makanya mayoritas (pembecak) itu dalam satu bulan ini memang off dan akan aktif kembali saat mau lebaran sekitar H-5," tandasnya.


Ketua Paguyuban Kusir Andong Wisata DIJ, Purwanto menambahkan para sopir andong yang tergabung dalam paguyuban tersebut banyak yang mengaku mengalami penurunan pendapatan. Walaupun sepi, banyak sopir andong yang masih mangkal di Malioboro.

Sebab kuda itu butuh bergerak, karena kalau tidak bergerak kembali ke liar. “Jadi meskpun sepi, tetep berangkat ke Malioboro," ujarnya.

Setiap tahun, saat bulan Ramadan selalu mengalami penurunan secara drastis. Bahkan para sopir andong harus mengeluarkan biaya operasional untuk memberi makan kudanya. Untuk makan itu biasaya harus beli daun kacang, dedak, pengobatan jamu dan lainya."Pendapatan bukan lagi nol, malah sampai minus," tandasnya. (oso/din)

 

Editor : Satria Pradika
#Kusir Andong #Malioboro #becak