RADAR JOGJA - Industri pariwisata di Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) saat momen Ramadhan seperti sekarang ini memasuki masa low season.
Dalam fase tersebut, jumlah kunjungan wisatawan di berbagai lini mengalami kelesuan atau menurun dibanding momen-momen libur panjang. Keadaan seperti ini sudah menjadi rutinitas tahunan dan sudah dipahami oleh para stakeholder pariwisata DIY.
Ketua DPD Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY Bobby Ardyanto memahami hal tersebut. Namun, pada pekan keempat Ramadhan atau menjelang Lebaran grafik pariwisata DIY biasanya akan mengalami kenaikan. "Itu satu rutinitas yang sering terjadi. Ramadhan pasti low season," ucapnya kepada Radar Jogja, kemarin (19/3).
Menurutnya, sedang melakukan pembahasan bersama Dinas Pariwisata DIY untuk memformulasikan agar ke depan low season saat Ramadhan tidak selalu terjadi. Dengan begitu, yang biasanya low season ada suatu kegiatan yang diisi di Ramadan sehingga pergerakan ekonomi pariwisata bisa terus bergerak.
Bobby mengaku, tahun depan sudah bisa diupayakan sehingga tidak terus-terusan lesa ketika Ramadan. Menurutnya, industri pariwisata dalam bidang Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE) sedang dibicarakan untuk meningkatkan kunjungan pariwisata saat low season. Nantinya, tidak hanya saat low season ketika Ramadhan saja.
Tetapi, sepanjang tahun yang biasanya mengalami low season pariwisata akan di dompleng dengan industri MICE agar meningkatkan kunjungan.
"Yang memiliki fleksibilitas cukup tinggi pada saat periode tertentu itu ada di industri MICE itu yang akan kami komunikasikan mengisi kegiatan di momen-momen low season," ungkapnya.
Bobby menuturkan, kegiatan MICE akan ditunjang dengan harga yang terjangkau dan ketersediaannya yang cukup bagus sehingga dapat menarik minat konsumennya. Industri MICE volumenya cukup besar di DIY dan periodenya fleksibel dibanding kegiatan pariwisata reguler pada umumnya.
Dia mengungkapkan, triwulan pertama 2024 selalu dalam kondisi yang tidak cukup bagus. Itu karena memang masih dalam kondisi low season juga.
Namun, pada triwulan pertama 2024 ini agak sedikit tertolong dengan adanya sejumlah momen libur long weekend. Sementara itu, pasca Pemilu 2024 ini juga pariwisata menurun.
Menurutnya, jalannya pesta demokrasi yang kondusif berdampak positif ke pariwisata DIY khsusunya di bidang akomodasi, makan minum, dan transportasi menjadi terdongkrak.
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono menambahkan, di bidang hotel dan restoran juga di momen Ramadan seperti sekarang ini tidak begitu baik.
Okupansi hotel berada di kisaran angka 20-40 persen hingga hari ini. Angka itu tentu mengalami penurunan dibanding hari-hari biasa pada umumnya.
"Sudah bertahun-tahun Ramadan dipastikan okupansi turun, naik lagi di akhir Ramadan jelang lebaran sekitar H-3 lebaran," ungkapnya.
Namun, kondisi tersebut cukup tertutupi dari bidang restoran. Menurutnya, okupansi di bidang restoran meningkat rata-rata 30-50 persen di Ramadan.
Itu utamanya dialami oleh hotel yang punya resto atau cafe dilengkapi dengan paket buka bersamanya. Kondisi itu menjadi revenue yang dapat membantu operasional hotel. (rul/din).
Editor : Satria Pradika