Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kick Off Serambi 2024, Pasokan Uang Dalam Jumlah Cukup BI DIY Siapkan Tukar Uang Baru Rp 5,5 Triliun

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 21 Maret 2024 | 01:52 WIB
BARU: Sebanyak 8 mobil kas keliling dilepas di Kompleks Kantor Perwakilan BI DIY Rabu (20/3), untuk melayani penukaran uang baru oleh masyarakat di bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri.
BARU: Sebanyak 8 mobil kas keliling dilepas di Kompleks Kantor Perwakilan BI DIY Rabu (20/3), untuk melayani penukaran uang baru oleh masyarakat di bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri.

JOGJA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY memenuhi ketersediaan atau pasokan uang khususnya menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1445 hijriah.

Berupa penyiapan penukaran uang baru sebesar Rp 5,5 triliun, jumlah ini meningkat 5,8 persen dari periode yang sama tahun 2023 lalu.

Kepala Kantor Perwakilan BI DIY Ibrahim mengatakan, secara nasional BI sudah mempersiapkan uang layak edar sebesar Rp 197,6 triliun untuk memenuhi seluruh kebutuhan rakyat Indonesia.

Jumlah itu dibanding tahun 2023, ada kenaikan sebesar Rp 4,65 persen dari Rp 188,8 triliun tahun lalu.

"Sementara khusus di DIY juga mengalami peningkatan kalau dibanding antara outflow dan tukabnya, gabungan keduanya," katanya dalam Kick Off Semarak Rupiah dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2024 di KPw BI DIY Rabu (20/3).

Ibrahim menjelaskan, pada program Serambi tahun 2024 yang bertagline bijak gunakan rupiah di bulan penuh berkah ini BI DIY menyiapkan Rp 5,5 triliun untuk penukaran uang baru.

Jumlah itu terdiri dari outflow yaitu penarikan dari BI sebesar Rp 4,5 triliun dan transaksi tukab atau antarbank sebesar kurang lebih Rp 1 triliun.

Adapun, jumlah Rp 5,5 triliun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu juga mengalami peningkatan 5,8 persen dari Rp 5,2 triliun pada tahun lalu.

"Ini sejalan dengan perkembangan atau aktivitas pertumbuhan ekonomi di DIY. Dan ini juga sebagai bentuk antisipasi kebutuhan uang khususnya masyarakat DIY karena momen HBKN kemudian ada wisatawan baik mancanegara maupun turis domestik yang semakin meningkat," ujarnya.

Selain itu, BI juga melakukan kegiatan Kas Keliling dengan menjangkau masyarakat di wilayah DIY, menggunakan sarana digital yaitu pemesanan layanan penukaran uang sebesar Rp 4 juta per orang.

Dengan rincian, untuk pecahan Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000 masing-masing 1 pak atau 100 lembar.

"Penukaran uang dapat dilakukan melalui aplikasi PINTAR ada barcodenya untuk mendaftarkan satu KTP satu pendaftaran dan masyarakat juga bisa mendatangi kas keliling kami," jelasnya.

BI DIY bersama 8 perbankan dan 37 bank peserta yang turut dalam program Serambi ini.

Di antara 8 perbankan ini diselebrasikan dengan kendaraan kas keliling dan nanti pada tanggal-tanggal tertentu akan mangkal di kawasan Puro Pakualaman.

Di antara 8 perbankan untuk layanan kas keliling atau penukaran uang bersama itu meliputi Bank BPD DIY, BRI, Mandiri, BNI, BTN, BSI, CIMB NIAGA, dan Mandiri Taspen.

"Mulai 25 (Maret mobil kas keliling) akan mangkal di depan (Puro) Pakualaman. Kita cari tanggal yang kira-kira masyarakat sudah gajian. Mulai tanggal 25 sampai awal bulan (April), sehingga ada yang ditukarkan sebagai bekalnya," terangnya.

Masyarakat diberikan kesempatan lebih luas untuk menukar uang baru di tempat yang resmi, sebab mobil layanan kas keliling dari BI akan ada di 5 titik kabupaten/kota.

Juga, bersama 8 perbankan dengan mobil keliling ada di 6 titik, serta 37 perbankan di DIY. 

Masyarakat bisa mengkonfirmasi ke bank masing-masing untuk mengetahui bank di cabang mana yang melayani penukaran.

Pun BI memastikan ketersediaan uang untuk HBKN ramadan dan lebaran tahun ini aman seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Dengan program Serambi kita ingin disosialisasikan secara masif kepada masyarakat menukarkan uang di tempat-tempat yang resmi. Karena selain kita mendapat kepastian keaslian uang, jumlahnya juga pas sesuai dengan yang kita pertukarkan," tambahnya.

Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan, penukaran uang sebagai aktivitas rutin yang dilakukan di bulan Ramadan khususnya menjelang lebaran oleh masyarakat.

"Ini tentunya kebutuhan uang baru khususnya meningkat," katanya.

San menjelaskan sebagai bank pelaksana pihaknya siap melayani penukaran uang baru untuk masyarakat khususnya di Bank BPD DIY.

"Kalau tahun kemarin Rp 140 miliar (uang tukar yang disiapkan), tahun ini kita berusaha untuk diangka Rp 100 miliar. Karena kita kan seluruh kabupaten/kota, kemudian ASN tentu memerlukan uang baru untuk mudik ke tempat aslanya untuk berbagi kepada masyarakat," imbuhnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#pintar #idul fitri #ramadan #HBKN