Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peningkatan Jalan Godean, Utamanya setelah 1,5 Kilometer Selanjutnya, Pemprov DIY Masih Upayakan Pengajuan Anggaran

Winda Atika Ira Puspita • Rabu, 20 Maret 2024 | 01:52 WIB
HATI-HATI: Pengendara motor melintas disamping lubang di jalan Ngapak-Kentheng, Sumberagung, Moyudan, Sleman, Senin (18/3).
HATI-HATI: Pengendara motor melintas disamping lubang di jalan Ngapak-Kentheng, Sumberagung, Moyudan, Sleman, Senin (18/3).

JOGJA - Peningkatan Jalan Godean terus diupayakan diperbaiki secara bertahap.

Pemprov DIY terus berupaya menyelesaikan permasalahan terkait anggaran yang selama ini menjadi kendala untuk peningkatan jalan tersebut.

Ruas yang bakal diperbaiki tahun ini sepanjang 1,5 kilometer dikerjakan dengan anggaran APBD murni sebesar Rp 11 miliar di sebelah barat Pasar Godean.

Itu mulai dari Jembatan Sambirejo 2 sampai sekitar Pom Bensin Sidorejo.

Sekprov DIY Beny Suharsono mengatakan, sejatinya ruas Jalan Godean memiliki panjang kurang lebih 15,175 kilometer. Mulai dari Demak Ijo sampai dengan Kebon Agung. 

Ruas jalan tersebut terbagi ke dalam tiga kategori menurut evaluasi Desember 2023 lalu.

"Kategori baik itu ada nol koma sekian perse, kemudian rusak ringan, rusak sedang, rusak beratnya nggak ada," katanya ditemui di Kompleks Kepatihan Selasa (19/3).

Beny menjelaskan ruas jalan yang dikeluhkan masyarakat kemarin pada aspirasinya tersebut berada di ruas jalan 6,5 kilometer.

Kemudian tahun 2022 bertahap ada anggaran, namun hanya mampu setengah kilometer saja.

"Tahun 2023, direncanakan baru muncul tahun ini kurang lebih Rp 11 miliar mampu untuk 1,5 kilo. Bagaimana lima kilo kelanjutannya?" ujarnya.

Sebelumnya Pemprov DIY sudah mengajukan permohonan bantuan pemerintah pusat melalui dana Inpres Jalan Daerah (IJD).

Namun, ruas Jalan Godean belum lolos masuk verifikasi seluruhnya. Dengan alasan kemampuan anggaran nasional atau pusat belum memenuhi, maka tertunda untuk IJD ruas Jalan Godean.

"Lalu harus ada cara lain untuk memuluskan jalan itu karena kita paham layanan itu utama di Jogja, kerusakan sedikit sudah ramai," jelasnya.

Kendati begitu, pemprov tak tinggal diam. Hingga saat ini masih mengupayakan permohonan melalui dana alokasi khusus (DAK) untuk peningkatan jalan.

Terlebih, pada rapat regional bidang pekerjaan umum, peningkatan jalan sudah menjadi prioritas.

Namun, lagi-lagi ini harus menunggu lantaran akan ada peralihan pemerintahan baru di tahun 2025.

"Apakah yang sudah menjadi prioritas akan tertunda lagi, kita sama-sama menunggu," jelasnya.

Pun jika, dalam usulan DAK tidak ada prioritas peningkatan jalan provinsi tersebut, pemprov tetap bersikukuh mengusulkannya.

Demikian pula melalui dana IJD dengan syarat yang paling diperlukan.

Misalnya, kriteria-kriteria yang bisa terpenuhi seperti kebutuhan mendesak, kondisinya ramai sekali untuk lalu lintas, untuk akses jalan baik dari Kulon Progo maupun Sleman barat ke arah kota, seluruhnya itu diklaim merupakan akses ekonomi.

"Kita tetap ngeyel dengan logika yang kita sampaikan. Saya tidak bicara dais (dana keistimewaan) atau reguler, tapi APBD bisa didayagunakan sampai kesana (peningkatan jalan provinsi). Seperti tadi wujudnya kita sampainya baru 1,5 kilo APBD murni," terangnya.

Menurutnya, pemanfaatan dais untuk keperluan peningkatan Jalan Godean khususnya perlu pertimbangan matang berkaitan dengan satuan ruang strategis (SRS) keistimewaan.

"Karena kalau dais nanti bicaranya harus area strategis, nanti bisa jadi ramai berpolemik lagi. Tapi APBD kita serahkan kesana, syukur bisa nata tahun 2025. Antisipasinya tetap gitu," sambungnya.

Oleh sebab itu, sembari menunggu proses pengajuan anggaran pihaknya melakukan upaya konkret berupa pemeliharaan dengan tambal sulam jalan yang rusak dan berlubang.

Baca Juga: Menu Simpel dan Sehat untuk Sahur! Telur Asam Manis, Berikut Bahan dan Cara Pembuatanya

Setidaknya, upaya ini bisa memnimalisasi kecelakaan yang ada di sana.

"Karena yang 1,5 kilometer saja butuh Rp 11 miliar, kalau 6,5 kalkulasi hitungan matematik kemampuan kita sangat terbatas.

Tambal sulam kami upayakan sesegera mungkin, kalau pengaspalan harus lelang," tambahnya.

Menurut evaluasi terakhir Dinas PUPESDM DIY per 2023 lalu, titik kerusakan Jalan Godean-Ngapak diperparah karena cuaca dimana hujan dengan intensitas tinggi terus terjadi.

Imbasnya air hujan yang semestinya masuk saluran air hujan namun tidak terbangun dengan baik.

Demikian pula ada saluran pipa PDAM. Sehingga ini perlu penataan bersama-sama meski dampaknya kemudian sampai ke ruas jalan.

"Kalau tambal sulam bisa dilakukan, paling tidak di lubang-lubang yang cukup menganga memang membahayakan, ya, segera kita tambal," imbuhnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#Pemprov DIY #jalan Godean #Anggaran