RADAR JOGJA – Makanan dan minuman yang diperjualbelikan di pasar-pasar Ramadan di seluruh Kota Jogja secara bertahap dipantau dinas kesehatan.
Ini dilakukan untuk mengetahui apakah mengandung zat berbahaya atau tidak.”Kami bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan menyasar beberapa tempat,’’ ujar Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani, kemarin (18/3).
Nantinya, proses pantauan makanan tersebut akan dilakukan dengan cara mengambil sampling dari makanan tersebut. Secara teknis, proses uji kandungan makanan tersebut akan dilaksanakan di tempat.
Artinya hasil dari penelitian tersebut bisa langsung disaksikan para pedagang. "Jikalau dijumpai makanan yang cenderung kurang aman dikonsumsi, kami akan menghentikan peredarannya,’’ jelasnya.
Jika memang benar ditemukan kandungan berbahaya, makanan tersebut nantinya akan dimusnahkan. Selain uji makanan, pihaknya juga melakukan edukasi kepada penjual dan masyarakat.
"Sebaiknya makanan yang diperjualbelikan sudah mempunyai Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga, atau PIRT," bebernya.
Pedagang diharapkan juga melakukan pengecekan dalam proses pembuatan makanan daganganya. Cara pengolahan dan juga oemilihan bahan makanan yang baik harus benar-benar diperhatikan.
Hati-hati dalam menggunakan bahan tambahan. Seperti penyedap atau pewarna. Meski diizinkan, tapi ada ukurannya. “Jangan berlebih," tandasnya.
Menurut pengamatan di lapangan, dominasi makanan yang beredar di pasar Ramadan kebanyakan adalah makanan yang kurang sehat. Makanan tersebut di antaranya gorengan dan makanan cepat saji lainya.
"Bahkan, gorengan itu jadi tren. Budaya kita senang sekali makan gorengan. Itu kurang bergizi, harus diimbangi sayur dan buah," jelasnya. (oso/din)
Editor : Satria Pradika