RADAR JOGJA - Pemerintah Kota Jogja memberikan dana hibah untuk pengamanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 Kota Jogja. Dana yang disalurkan masing-masing Rp 1.125.000.000 untuk Polresta Jogja dan Rp 876.780.000 untuk Kodim 0734 Jogja.
“Dana tersebut diberikan dengan tujuan untuk proses pengamanan yang akan dilakukan dari persiapan hingga Pilkada 2024 berakhir. Pilkada 2024 dijadwalkan pada November baik itu untuk persiapan pelaksanaan maupun pasca pelaksanaan,’’ ujar Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo usai penandatanganan Nota Penandatanganan Hibah Daerah (NPHD) di Balai Kota Jogja, kemarin (14/3).
Persiapan demi persiapan jelang Pilkada khususnya di Kota Jogja dinilai penting agar pelaksanaanya tidak timbul permasalahan. Singgih menekankan untuk belajar dari proses Pemilu 2024 yang terlaksana dengan lancar dan kondusif. "Kami siap menyelenggarakan Pilkada di 27 November,’’ jelasnya.
Pada Pemilu 2024, pelaksanaan di Kota Jogja berjalan dengan aman tertib dan nyaman. Hal tersebut karena solidnya kerja sama antar instansi terkait baik dari KPU, Bawaslu, TNI, Polri dan Kesbangpol.
Persiapan yang matang menjadi faktor penting suksesnya Pilkada 2024. “Contohnya razia knalpot brong pra Pemilu kemarin," ujarnya.
Razia kenalpot brong dinilai efektif untuk menimbulkan suasana yang kondusif. Menurutnya, kenalpot brong yang di bleyer dapat memicu emosional yang tinggi.
"Ini bagus dan bisa diteruskan sampai kapan karena terbukti bisa mengurangi situasi yang mencekam di masa pemilu kemarin," jelasnya.
Bantuan hibah pengamanan tersebut harapanya dapat di manfaatkan secara maksimal oleh Kodim maupun Polresta Jogja. Hal hal yang sifatnya pencegahan sangat diperlukan, jangan sampai ada hal hal yang tidak diinginkan.
"Prosesnya harusnya sehari selesai itu (Pilkada) untuk bisa mengetahui siapa yang menang karena belajar dari pemilu kemarin," pungkasnya.
Kapolresta Jogja Kombes Aditya Dharma Surya menambahkan, jajarannya akan bekerja sama dengan TNI dalam menjaga situasi saat tahapan pelaksanaan Pilkada. Ia menilai Kota Jogja menjadi parameter keamanan dalam proses Pilkada.
"Kalau Jogja meletup daerah lain ikut. Kalau Jogja bisa ditangani, Insya Allah daerah lain tertangani. Kami berharap pelaksanaan Pilkada berjalan lancar dan aman," tuturnya. (oso/din)
Editor : Satria Pradika