RADAR JOGJA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY gencar melakukan operasi pasar (OP) dan pasar murah menyusul melambungnya harga bahan pangan memasuki Ramadhan. Perdana sasaran OP dilakukan di tiga titik pasar tradisional Gunungkidul, kemarin Rabu (13/3).
Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti mengatakan, OP menyasar langsung para pedagang. Di Gunungkidul ada tiga pasar yang disasar yakni Pasar Wonosari, Semin, dan Playen.
"Sudah terserap sesuai rencana, jumlahnya tidak sama masing-masing pasar. Operasi pasar Wonosari misalnya 10 ton," katanya, kemarin (14/3).
Komoditas OP tidak semuanya pasar tradisional sama. Pilihan komoditas bahan pokok untuk OP itu disesuaikan dengan permintaan para pedagang. Instansi ini bekerjasama dengan 7 distributor untuk menggelar OP di seluruh DIY.
Komoditasnya bermacam-macam ada beras medium, beras premium, gula pasir, tepung terigu, telur ayam, dan minyak goreng.
Adapun, jadwal OP selanjutnya akan dilakukan di Bantul sebanyak 4 ton gula pasir pada Jumat (15/3).
Kemudian pasar murah 10 ton di Fasum RW 01/02 Gedongan, Purbayan, Kotagede, Jogja pada Senin (18/3). Lanjut OP 4 ton di Pasar Wates Kulon Progo, Rabu (20/3), pasar murah 10 ton di halaman Kelurahan Keparakan, Mergangsang, Jogja, Kamis (21/3).
Kemudian Senin (25/3) pasar murah 10 ton di halaman Kalurahan Sendangsari, Pajangan, Bantul, dan pasar murah 10 ton di halaman kalurahan Ngeposari, Semanu, Gunungkidul Kamis (28/3). Hingga jelang Idul Fitri 1 April pasar murah 10 ton halaman Kapanewon Semin Gunungkidul, serta 3-4 April bazar Ramadan 25 ton di halaman Kantor Disperindag DIY.
Menurutnya, terkait ketersediaan pasokan beberapa komoditas tersebut masih mencukupi. Pihaknya selalu memantau pasonan dan keliling bersama satgas pangan tidak hanya di pasar tradisional juga di supermarket dan retail.
"Kemudian kegiatan kita terus menerus ada operasi pasar, pasar murah untuk Ramadan dan menjelang Idul Fitri terus digiatkan," jelasnya.
Baca Juga: Pemkot Jogja Pertahankan 0% Antraks dengan Pengawasan Persebaran Daging di Pasaran
Harga bahan pokok memang masih tinggi di Ramadan ini, utamanya beras. Paling murah diharga Rp 14 ribu per kilogram jenis medium, sementara untuk beras premium antara Rp 16 hingga Rp 17 ribu per kilogram.
Meski begitu, di beberapa wilayah disebut sudah memulai panen. Diharapkan ini bisa menambah pasokan beras. Komoditas lain yang masih tinggi di DIY berdasar pergerakan harga dari link https://sp2kp.kemendag.go.id seperti cabai merah besar di angka Rp86.900 per kilogram, cabai rawit merah Rp 59.800 per kilogram, cabai merah keriting Rp 59.600 pr kilogram.
Kemudian diikuti telur ayam ras Rp31.100, daging ayam ras mencapai Rp 39 ribu per kilogram, gula pasir Rp 17.100 per kilogram. Daging ayam Rp 39 ribu.
Syam memastikan tak ada penimbunan pada kalangan distributor untuk menggaruk keuntungan pribadi. Sehingga, stok di tingkat distributor cukup untuk memenuhi pasokan langganan mereka. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan di bulan puasa ini.
Stok komoditas bahan pangan di DIY masih mencukupi. "Bagi pedagang juga jangan aji mumpung,’’ pesannya. (wia/din)
Editor : Satria Pradika