JOGJA - Memasuki awal Ramadan, kantor pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jogja ramai dikunjungi masyarakat untuk mengurus Identitas Kependudukan Digital (IKD). Bersamaan dengan itu, Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Jogja lakukan pemantauan di beberapa Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) untuk pastikan tidak ada alasan bermalas-malasan dalam memberikan pelayanan karena bulan ramadhan.
"Kami berharap, selama bulan Ramadan ini segala jenis pelayanan pemerintah tetap berjalan normal seperti biasa," ujar Tim Forpi Kota Jogja, Baharuddin Kamba, Rabu (13/3/2024).
Dalam melakukan pantauan, Forpi menyasar tiga tempat pelayanan publik di komplek Balai Kota Jogja. Pantauan pertama dilakukan di Kantor Disdukcapil, Dinas Sosial (Dinsos), Tenaga Kerja Trasmigrasi (Dinsosnakertrans) dan Mal Pelayanan Publik (MPP).
"Di Kantor Disdukcapil kami memang melihat sejumlah warga mengantri untuk mendapatkan pelayanan," tuturnya.
Selanjutnya, Kamba menyampaikan banyak masyarakat yang juga mengantri di Mal Pelayanan Publik (MPP). Tidak jauh berbeda dengan kantor Dinsosnakertrans Kota Jogja, sejumlah warga antri untuk mendapatkan pelayanan.
"Dari keterangan petugas jenis pelayanan yang cukup banyak adalah soal Kartu Menuju Sejahtera (KMS). Sejumlah warga mengadu karena KMS yang sempat mereka memiliki tetapi sudah dicabut," bebernya.
Salah seorang warga Kotagede yang ikut mengantri, Yati menerangkan bahwa pihaknya datang untuk mengurus Kartu Keluarga (KK). Dikarenakan kemarin adalah hari libur, dirinya baru bisa mengurus hari ini.
"Mungkin (ramai) karena Minggu-Selasa hari libur jadi otomatis kantor juga tutup," ujarnya.
Dari hasil pantauan tersebut, Forpi menyimpulkan perlunya sosialiasi yang masif perihal oenyampaian jam pelayanan selama bulan Ramadan. Selain itu, jam pelayanan harus disesuaikan dengan aturan dari pusat.
"Jangan sampai aturan terkait jam pelayanan selama bulan ramadan antara pusat dan daerah berbeda," tuturnya.
Sosialisasi jam pelayanan tersebut dianggap penting agar masyarakat tidak ada yang kecele dalam mendapatkan pelayanan. Biasanya, setiap bulan ramadan jam pelayanan akan berubah.
"Tidak ada alasan untuk bermalas-malasan dalam memberikan pelayanan karena bulan ramadan," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil Kota Jogja Sofyan Hardi menjelaskan Kantor Disdukcapil Kota Jogja hari ini ramai dikunjungi masyarakat. Hinggal pukul 12.00 WIB, antrian di kantor tersebut sudah 173 pemohon.
"Kemungkinan bisa lebih lagi karena kita (pelayanan) selama bulan Ramadan hanya sampai jam 14.00 WIB," ujarnya.
Menurut informasi yang ia dapatkan, antrian yang lumayan bantak juga terlihat di MPP, khususnya antrian rekam dan cetak KTP. Selain itu, belakangan ini pihaknya juga sedang mengoptimalkan pelayanan untuk aktivasi Identital Kependudukan Digital (IKD).
"Kita amati beberapa waktu kecenderungan (antrian) pemohon banyak setelah libur panjang atau setelah libur hari sabtu minggu," jelasnya.
Terkait jam pelayanan administrasi kependudukan pada bulan ramadan di Kota Jogja pihaknya mengatakan bahwa hari Senin-Kamis dilakukan pukul 08.00-14.00 WIB. Selanjutnya pada hari jumat pelayanan dilakukan dari pukul 08.00-10.30 WIB.
"Pelayanan dilakukan secara offline secara tatap muka dan online melalui WhatsApp," pungkasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin