Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rela Berdesakan Berburu Makanan Khas, Pasar Tiban Kauman Pelopor Pasar Ramadan di Jogja

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 13 Maret 2024 | 14:30 WIB
TARDISI: Pedagang melayani para pembeli takjil di Pasar Sore Ramadan di Kampung Kauman, Kota Jogja,(12/3). Guntur Aga/Radar Jogja
TARDISI: Pedagang melayani para pembeli takjil di Pasar Sore Ramadan di Kampung Kauman, Kota Jogja,(12/3). Guntur Aga/Radar Jogja


RADAR JOGJA - Meskipun terletak di gang sempit, Pasar Ramadan di Kampung Kauman, selalu ramai dikunjungi warga.

Setiap sore, mereka rela berdesakan dan berhimpitan di gang kampung untuk sekadar mencari makanan berbuka puasa. Tak sedikit makanan yang dijual merupakan makanan khas dan hanya ada saat Ramadan.


Pasar Sore Ramadan Kauman berada di sebuah gang di JalanJalan KH Ahmad Dahlan. Tak jauh dari RS PKU Muhammadiyah. Sebuah gang kecil di sisi selatan. Di sini, sekitar 50 pedagang Pasar Sore Ramadan Kauman berjajar menawarkan dagangannya yang beraneka ragam.


Ketua Panitia Pasar Sore Ramadan Kauman Chawari mengatakan, awalnya sekitar 1970an setiap momen puasa, di gang tersebut memang terdapat beberapa penjual makanan sajian buka puasa.

Pedagang tersebut tak lain para warga sekitar yang rumahnya di dekat gang. "Dulu saat kecil, sudah ada yang jualan disini. Waktu itu memang tidak banyak hanya 3-4 pedagang," ujarnya.


Tahun demi tahun berlalu ternyata para pedagang di gang tersebut banyak mendapatkan pelanggan. Maka pada bulan puasa tahun berikutnya bertambahlah warga yang ikut berjualan di gang tersebut."Sekitar tahun 1955-1996, pak RW 10 Kampung Kauman mulai mengkoordinasi para pedagang supaya lebih tertata," tuturnya.


Bermula dari itu, sampai sekarang setiap bulan puasa selalu dibuatkan aturan pendaftaran bahkan tata tertib berjualan di gang tersebut. Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan tenda untuk tenan yang berjualan di sepanjang gang.

"Makanya, bisa dibilang Pasar Tiban ini pelopor Pasar Sore Ramadan di Jogja, karena sudah sejak 1970an dan bertahan sampai sekarang," tandasnya.


Seiring berjalanya waktu, Pasar Ramadan Kauman gaungnya semakin dikenal publik seantero Jogja. Banyak pedagang dari luar kampung yang ikut mendaftar, mereka menjualkan makanan yang variatif bahkan yang tergolong langka.

Prototype kuliner Keraton Ngayogyakarta ada di sini. Sepeerti jadah manten, songgo buwono. Bahkan jadah manten disebut-sebut sebagai makanan bangsawan keraton. “Makanya, keberadaannya terus kami pertahankan," ucapnya.


Untuk menjamin kualitas makanan, panitia penyelenggara selalu mengontrol makanan yang akan dijual. Selain itu, harga juga harus melalui pantauan dari panitia penyelenggara.

” Terlebih, sekarang memang yang jualan di sini bukan hanya warga Kauman saja. Tetapi, sejauh ini tidak ada kendala," jelasnya.(oso/din)

 

Editor : Satria Pradika
#Pasar Tiban Kauman #pasar sore ramadan #Jogja