Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasar Tiban Kauman Pelopor Pasar Ramadhan di Jogja, Warga Rela Berimpitan di Gang Kecil untuk Belanja

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 13 Maret 2024 | 02:09 WIB
Pedagang melayani para pembeli takjil di Pasar Sore Ramadhan di Kampung Kauman, Kota Jogja, Selasa (12/3/2024). Pasar musiman selama Ramadhan tersebut hingga kini menjadi pusat berburu beragam jajanan
Pedagang melayani para pembeli takjil di Pasar Sore Ramadhan di Kampung Kauman, Kota Jogja, Selasa (12/3/2024). Pasar musiman selama Ramadhan tersebut hingga kini menjadi pusat berburu beragam jajanan

JOGJA - Terletak di sempitnya gang Kampung Kauman, Gondomanan, Kota Jogja tidak membuat animo masyarakat pengunjung pasar Sore Ramadhan Kauman turun. Setiap sore, mereka rela berdesakan dan terimpit di tembok-tembok gang kampung untuk sekadar mencari makanan berbuka puasa di lokasi yang banyak orang menyebut dengan pasar tiban.

Jalan KH Ahmad Dahlan sore itu terlihat cukup ramai kendaraan berlalulalang. Jika dari RS PKU Muhammadiyah dan berjalan ke Barat, maka kamu akan menemukan gang kecil setelah pertigaan lampu merah. Gang itulah tempat dimana 52 pedagang Pasar Sore Ramadhan Kauman berjajar menawarkan dagangannya yang beraneka ragam.

Setelah memasuki gang tersebut, puluhan orang berdesakan ada yang sedang fokus mencari aneka makanan, melihat-lihat dan saling bertransaksi. Tidak seperti pasar ramadhan pada umumnya yang berada di pinggir jalan raya, secara logika tempat tersebut kurang representatif untuk menjadi lokasi pasar ramadhan. Tapi karena pasar tersebut sejarah awalnya memang terletak di sana, maka panitia penyelenggara tidak ingin mengubah hal itu. Buktinya, kerumunan orang berdesakan penasaran dengan gang pasar Ramadhan Kauman atau pasar tiban tersebut.

Dulunya sekitar tahun 1970-an setiap momen puasa, di gang tersebut memang terdapat beberapa penjual makanan sajian buka puasa. Pedagang tersebut tak lain para warga sekitar yang rumahnya di dekat gang.

"Dulu saat kecil, sudah ada yang jualan di sini. Waktu itu memang tidak banyak hanya 3-4 pedagang," ujar Ketua Panitia Pasar Sore Ramadhan Kauman Chawari, Selasa (12/3/2024).

Chawari bercerita, tahun demi tahun berlalu ternyata para pedagang di gang tersebut banyak mendapatkan pelanggan. Maka pada bulan puasa tahun berikutnya bertambah lah  warga yang ikut berjualan di gang tersebut.

"Sekitar tahun 1955-1996, pak RW 10 Kampung Kauman mulai mengkoordinasi para pedagang supaya lebih tertata," tuturnya.

Bermula dari itu, sampai sekarang setiap bulan puasa selalu dibuatkan aturan pendaftaran bahkan tata tertib berjualan di gang tersebut yang sekarang banyak dikenal dengan pasar Ramadhan Kauman. Tak hanya itu, panitia juga menyiapkan tenda untuk tenant yang berjualan di sepanjang gang.

"Makanya, bisa dibilang Pasar Tiban ini pelopor Pasar Sore Ramadhan di Jogja, karena sudah sejak 1970-an dan bertahan sampai sekarang," tandasnya.

Seiring berjalannya waktu, Pasar Ramadhan Kauman gaungnya semakin dikenal publik seantero Jogja. Banyak pedagang dari luar kampung yang ikut mendaftar, mereka menjual makanan yang variatif bahkan yang tergolong langka. 

"Prototype kuliner Keraton Ngayogyakarta, jadah manten, songgo buwono. Nah, itu, kan, khas Kauman, bahkan jadah manten disebut-sebut sebagai makanan bangsawan Keraton. Makanya, keberadaannya terus kami pertahankan di sini," ucapnya.

Untuk menjamin kualitas makanan di pasar Ramadhan Kauman, panitia penyelenggara selalu mengontrol makanan yang akan dijual. Selain itu, harga juga harus melalui pantauan dari panitia penyelenggara.

"Kontrol kualitas makanan, termasuk harga, terus kami lakukan. Terlebih, sekarang memang yang jualan di sini bukan hanya warga Kauman saja. Tetapi, sejauh ini tidak ada kendala," jelasnya.

Sementara itu, Mantri Pamong Praja Gondomanan Cahya Wijayanta menambahkan keberadaan pasar Ramadhan Kauman telah terbukti bertahun tahun mampu meningkatkan sektor ekonomi masyarakat Kauman. Secara tidak langsung pasar tersebut menciptakan pelaku UMKM di wilayahnya.

"Apalagi, event ini dikolaborasikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Karena Kauman ini kampung di mana kegiatan bernuansa Islam masih sangat marak dan terus eksis," ujarnya.

"Ini luar biasa dan harus dilanjutkan terus untuk menopang kehidupan warga masyarakat di kampung Kauman. Jadi, tidak hanya dari aspek peribadatan, tapi aspek ekonomi ikut terdorong lewat momentum Ramadhan," imbuhnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#pasar #kauman #ramadhan #Jogja