Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

742 Anak Pegawai Non ASN dan Marbot Masjid Kota Jogja Dapatkan Bantuan Uang Total Anggaran Rp 249.350.000

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 13 Maret 2024 | 00:14 WIB
Penyerahan secara simbolis program Pentasharufan Bantuan Anak Pegawai (Non ASN) Kurang Mampu di Kota Jogja oleh Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo
Penyerahan secara simbolis program Pentasharufan Bantuan Anak Pegawai (Non ASN) Kurang Mampu di Kota Jogja oleh Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo

JOGJA - Pemerintah Kota Jogja melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memberikan bantuan bagi anak pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kurang mampu. Bantuan tersebut senilai Rp 249.350.000 yang akan dibagikan untuk biaya pendidikan kepada 742 anak pegawai non ASN di Kota Jogja. 

"Itu memang agenda rutin setiap tahun, termasuk substansinya zakat kita sebagian kan didapatkan dari semua instansi. Makamya program itu kita kembalikan," ujar Ketua Baznas Kota Jogja Syamsul Azhari, Selasa (12/3/2024). 

Didasari hal tersebut, maka program Pentasharufan Bantuan Anak Pegawai (Non ASN) Kurang Mampu di Kota Jogja tersebut diselenggarakan. Target penerima bantuan tersebut meliputi pegawai honorer, clining service dan tenaga bantuan lainya.

"Karena bantuan untuk anak, maka itu hanya berlaku untuk pegawai yang sudah punya anak usia sekolah," tuturnya.

"Jadi itu (penerima bantuan) semua instansi yang sudah menunaikan zakat lewat BAZNAS termasuk sekolah negeri kemudian Kemantren, Kelurahan dan BUMD itu juga bagian dari itu," imbuhnya. 

Program bantuan tersebut merupakan bantuan biaya pendidikan yang akan diberikan dengan sejumlah uang. Bagi pegawai yang mempunyai anak yang masih sekolah mulai dari TK/PAUD sampai perguruan tinggi juga bisa mendapatkan bantuan tersebut.

"Nominal bantuan berbeda beda, untuk yang tahun sebelumnya untuk usia SD Rp 350 ribu, kemudian tingkat SMP Rp 500 ribu, tingkat SMA Rp 750 ribu dan yang kuliah Rp 1 juta," jelasnya.

"(Data) Tahun ini nanti saya coba cek karena kemarin ada perubahan sepertinya," imbuhnya.

Pihaknya menambahkan bahwa setiap tahun terdapat pendataan untuk penerima bantuan tersebut. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersangkutan akan melakukan update data tersebut. 

"Tahun ini total penerimanya sebanyak 742 anak. Rata-rata nya sekitar 700-900 setiap tahunya," tandasnya.

Sementara itu Sekretaris Baznas Kota Jogja Misbahrudin menambahkan program tersebut merupakan agenda rutin tahunan dari BAZNAS Kota Jogja. Biasanya pendistribusian bantuan tersebut dilakukan pada awal tahun atau akhir tahun ajaran. 

"Karena menyesuaikan kesiapan, ini kebetulan di jatuhkan pada bulan ramadhan. Mestinya sudah kemarin sekitar bulan Januari atau Desember," ujarnya. 

Tujuan program tersebut untuk membantu orangtua khususnya untuk pembiayaan pendidikan bagi anak. Mekanisme penyaluran bantuan tersebut dilakukan via rekening bukan cash. 

"Itu pun nanti harus ada laporan dari pihak sekolah kalau uang itu sudah dipakai untuk bayar SPP atau kebutuhan lainya," tuturnya. 

"Jadi mekanisme itu dilakukan agar program bantuan biaya pendidikan tersebut dapat tepat sasaran dan efektif," imbuhnya. 

Sebagai tambahan informasi, penyerahan bantuan tersebut secara simbolis diberikan oleh Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo di Masjid Pangeran Diponegoro, Balai Kota Jogja, Senin (12/3/2024) malam selepas sholat tarawih perdana. Pada tahun ini bantuan juga diberikan kepada marbot atau penjaga masjid yang masing-masing mendapatkan Rp 250 ribu. Total penjaga masjid se-Kota Jogja yang mendapatkan bantuan sebanyak 476 orang. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#bantuan #ramadhan #Jogja #kota