JOGJA - Pemerintah sudah gembar-gembor untuk menjalankan program makan siang gratis besutan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Bahkan, pemerintah telah melakukan uji coba kebijakan makan siang gratis Prabowo-Gibran ini ke anak-anak sekolah.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dr Hasto Wardoyo mengatakan, program makan siang gratis harapannya lebih mengerucut ke arah sasaran yang tepat.
"Sasaran yang tepat salah satu yang penting adalah untuk meningkatkan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia), jangan sampai hanya untuk mengenyangkan SDM," katanya Rabu malam di Hotel Melia Purosani (6/3).
Hasto menjelaskan sasaran yang tepat untuk meningkatkan kualitas SDM ini bertujuan agar dapat membekas, tak sekadar berhenti mengenyengkan perut semata.
Dicontohkan sasaran program bisa diperluas tak hanya balita, siswa TK, SD, SMP.
Namun, juga lebih ke sasaran ibu hamil, orang yang hendak menikah atau remaja yang siap menikah, maupun ibu menyusui.
"Karena itu ada bekasnya, dengan yang diberikan ibu hamil maka tidak hanya mengenyangkan ibu hamil tapi anaknya menjadi cerdas. Itu secara umum harapan saya, sasarannya lebih fokus kepada yang memberikan daya ungkit terhadap kualitas SDM, stunting itu ada disitu," ujarnya.
Selain itu, makan siang yang dipatok sebesar Rp 15 ribu per anak per porsi per hari itu diharapkan dalam menunya harus ada unsur protein hewani.
Karena pada umumnya anak yang terkena stunting mereka masih kekurangan asupan protein hewani.
"Jadi, konsumsi asupan protein hewani kita masih rendah," jelasnya.
Kendati begitu, pihaknya justru menyambut baik dengan rencana pemerintah akan impor susu. Hanya, kembali lagi arah sasarannya lebih untuk ibu hamil.
Terlebih, di Indonesia ini total ibu hamil sebanyak 4 juta orang.
Program susu gratis dianggap akan bermanfaat bagi ibu hamil dan anak yang dikandungnya untuk peningkatan kualitas SDM.
"Bagaimana kalau kayak di Amerika, Australi semua ibu hamil dapat jatah susu, jatah telur dari pemrintah. Itu lebih baik menurut saya diarahkan begitu saja. Jadi yang makan siang tidak hrus makan siang bareng dalam bentuk nasi dus tapi kan bisa makan siang dan membawa pulang susu dan membawa pulang telur," tambahnya.
Terpisah, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan kesiapannya menyambut program makan siang gratis yang telah digembar gembor pemerintah.
"Sangat siap, nggak ada masalah," katanya ditemui di Hotel Tentrem Rabu (6/3).
Terlebih, pemerintah Indonesia yang membidangi urusan kelautan dan perikanan itu pun menyanggupi untuk menyiapkan kebutuhan protein hewani untuk mendukung program tersebut.
Selama ini produksi ikan di Indonesia sekitar 13 juta ton.
"Di antaranya tujuh juta dari perikanan tangkap, enam juta dari budidaya. Kadang-kadang bolak balik itu antara 12 sampai 13 juta nggak ada masalah," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad