Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dulu Wakil Kepala Daerah, Besok Wakil Rakyat, Sri Muslimatun dan Fajar Gegana Susul Yuni-IP ke Dewan Provinsi

Heru Pratomo • Kamis, 7 Maret 2024 | 16:00 WIB
Photo
Photo


RADAR JOGJA - Wajah DPRD DIY periode 2024-2029 bukan hanya dihiasi para politisi kabupaten dan kota yang mengembangkan karir politik ke provinsi. Namun gedung parlemen di Jalan Malioboro 54 Jogja juga diisi mereka yang pernah menjadi wakil kepala daerah di DIY.


Sebut saja nama Fajar Gegana dan Sri Muslimatun. Nama Fajar tercatat pernah menjadi wakil bupati Kulonprogo periode 2017-2022.

Dia dilantik di paruh waktu pada 11 Juni 2020. Fajar menggantikan posisi Sutedjo yang promosi sebagai bupati karena pejabat sebelumnya Hasto Wardoyo diangkat sebagai kepala BKKBN.


Hasil Pemilu 2024 menempatkan Fajar sebagai peraih suara terbanyak di Kulonprogo. Dia meraih dukungan rakyat sebanyak 30.777 suara.

Di bawahnya ada Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati yang meraih 28.106 suara. Tingginya suara Fajar dan Akhid ini ikut mengerek perolehan kursi PDI Perjuangan dari dapil Kulonprogo.


“Dari Kulonprogo kursi kami di DPRD DIY bertambah. Semula dua menjadi tiga kursi,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Nuryadi kemarin (6/3).


Kursi ketiga partai moncong putih ini ditempati Reda Refitra Safitrianto. Dia merupakan incumbent yang dilantik melalui mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) sebagai anggota DPRD DIJ pada 20 Oktober 2022. Reda menggantikan Sudarto yang meninggal dunia.


Beralihnya kursi yang diduduki Fajar dari eksekutif ke legislatif ini menyusul dua koleganya Yuni Satia Rahayu dan Imam Priyono Dwi Putranto. Sama seperti Fajar, Yuni pernah menjadi wakil kepala daerah. Tepatnya, wakil bupati Sleman periode 2010-2015.


Empat tahun usai melepas jabatan eksekutif, Yuni mencalonkan diri sebagai anggota DPRD DIY. Dia meraih dukungan 23.797 suara. “Pemilu 2024 ini suara saya turun sekitar enam ribu,” cerita politisi asal Ngawi, Jawa Timur ini.


Berdasarkan data KPU DIY, Yuni mengumpulkan dukungan 17.460 suara. Mantan aktivis perempuan itu menduduki kursi pertama PDI Perjuangan dari dapil Sleman. Disusul kursi kedua ditempati Koeswanto, incumbent, dan kursi ketiga Yan Kurnia Kustanto, muka baru.


Kader PDI Perjuangan lainnya yang pernah menjabat wakil kepala daerah kemudian menjadi wakil rakyat adalah Imam Priyono. Pria yang biasa disapa IP, itu kembali terpilih kali kedua sebagai anggota DPRD DIY.


Sebelum menjadi anggota parlemen, IP merupakan wakil wali kota Jogja periode 2011-2016. IP terpilih sebagai anggota DPRD DIY pada Pemilu 2019 dengan dukungan 31.143 suara. Sedangkan Pemilu 2024 ini, suami Suryani ini meraih 12.514 suara.

Ada penurunan suara sebesar 18.629 suara. IP berada di kursi kedua. Adapun kursi pertama diduduki RB. Dwi Wahyu Budiantoro yang mendapatkan 19.105 suara.


PDI Perjuangan di Kota Jogja pada Pemilu 2024 memperoleh sebesar 68.014 suara. Mengalami penurunan 32.634 suara dibandingkan Pemilu 2019 dengan 100.648 suara. Meski suaranya turun, PDI Perjuangan tetap mempertahankan tiga kursi di DPRD DIY.


Kendati mendapatkan tiga kursi sempat membuat Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto merasa kebat-kebit. Eko diliputi suasana ketidakpastian terpilih kembali. Kursi yang diraih Eko merupakan kursi ketujuh. Atau kursi terakhir dari dapil Kota Jogja.


Kursi terakhir PDI Perjuangan dengan 13.602 suara sempat dipepet PKB dengan 13.003 suara dan Partai Golkar 12. 896 suara.

“Nyuwun dongane mawon (mohon doanya saja, Red). Semoga semua lancar dan saya bisa kembali mengemban amanat sebagai wakil rakyat,” ucap Eko yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja.


Selain Fajar, Yuni dan IP dari PDI Perjuangan, mantan wakil kepala daerah yang baka melenggang ke Malioboro 54 adalah Sri Muslimatun. Dia tercatat pernah menjabat wakil bupati Sleman periode 2015-2020.


Muslimatun maju dari Partai Golkar. Dia berlaga di daerah pemilihan (dapil) Sleman selatan. Istri Damanhuri ini memperoleh 13.486 suara. Muslimatun unggul dari petahana Nurcholis Suharman dengan 13.021. Ada selisih 465 suara.


Sosok Muslimatun tergolong tangguh. Selama 14 tahun terakhir, dia rajin mengikuti setiap hajatan politik pilkada maupun pemilihan legilatif.

Mulai 2010, Muslimatun menjadi calon wakil bupati berpasangan dengan Hafidh Asrom. Kalah suara, Muslimatun banting stir menjadi caleg DPRD Sleman dari PDI Perjuangan pada Pemilu 2014. Terpilih sebagai anggota DPRD Sleman periode 2014-2019.


Baru setahun, Muslimatun meninggalkan gedung parlemen. Dia digandeng Sri Purnomo sebagai wakil bupati pada Pilkada 2015. Duet Sri-Sri ini menang. Menjabat lima tahun dari 2015-2020.

Tahun 2020, Muslimatun kembali maju ke pilkada untuk kali ketiga. Muslimatun berpasangan dengan Amin Purnama. Namun pasangan ini kalah.


Gagal menjadi bupati, Muslimatun tak merasa kapok bertarung di politik. Pemilu 2024 gantian maju sebagai caleg DPRD DIY dari Partai Golkar. Kali ini berhasil meraih suara terbanyak di internal beringin.


DPRD DIY periode 2024-2029 bukan hanya dihiasi empat mantan wakil bupati dan wakil wali kota. Empat orang politisi yang pernah menjadi ketua DPRD kabupaten juga terpilih sebagai anggota dewan provinsi.

Mereka adalah mantan Ketua DPRD Gunungkidul 2009-2014 Suharno dan Ketua DPRD Gunungkidul 2014-2019 Demas Kursiswanto, Ketua DPRD Sleman 2014-2019 dan 2019-2024 Haris Sugiharto serta Ketua DPRD Kulonprogo periode 2014-2019 dan 2019-2024 Akhir Nuryati.


Suharno maju dari Partai NasDem. Dia meraih 38.929 suara. Sedangkan Demas yang maju lewat PDI Perjuangan memperoleh 11.865 suara. Keduanya sama maju mewakili dapil Gunungkidul.

Adapun Haris dari PDI Perjuangan dapil Sleman utara mendapatkan 31.507 suara dan Akhid meraup 28.106 suara. (kus/pra)

 

 

Editor : Satria Pradika
#Jalan Malioboro #DPRD DIJ #Fajar gegana #PAW #Kulonprogo