Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Target Dapatkan 8.000 Lansia di Yogyakarta Belum Tercapai, Tiap Bulan Rp 300 Ribu untuk Dibelanjakan Sembako lewat Program JSLU

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 5 Maret 2024 | 14:30 WIB

 

GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Program Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) tahun 2024 sejak Januari lalu kini masih berlangsung selama satu tahun ini. Meski tidak ada kendala dalam pencairan, jumlah delapan ribu lansia yang masuk sasaran belum sesuai target.

Dinas Sosial (Dinsos) DIY terus menyisir data lansia kriteria miskin ekstrem yang akan mendapat bantuan di wilayah DIY.

 

Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih mengatakan, sebanyak delapan ribu lansia yang disasar merupakan target awal. Namun realisasinya belum mencapai jumlah itu.

Dari inventarisasi data yang dilakukan hingga sekarang, lansia masuk kriteria miskin ekstrem baru tercapai 7.338 lansia. Dan akan disasar program JSLU.


"Ini kita evaluasi lagi, jadi 8 ribu itu baru target. Kalau memang nanti lebih dari itu pemerintah daerah ini kan berusaha uangnya.

Tapi kita baru menyiapkan 8 ribu saja belum tercapai target, karena data harus valid sesuai real," katanya kemarin (4/3).


Endang menjelaskan, program ini baru disiapkan untuk 8 ribu lansia di DIJ sesuai anggaran. Data itu terus berjalan, jumlah ini pun diklaim masih belum tercapai karena beberapa fakfor.

Di antaranya, meninggal dunia, tidak berada di tempat, masuk kategori penerima bantuan lain, atau lansia tidak sesuai kriteria.


Sebab, data sasaran penerima lansia usulan data dari Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang ditandatangani bupati/wali kota dan dikeluarkan berupa SK, terdapat kriteria penerima yaitu lansia tidak memiliki pendapatan, tidak memiliki pendidikan, tidak bekerja, dan belum terdaftar sebagai penerima program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT).


"Ini program Bapak Gubernur. Keinginan beliau bagaimana melayani lanjut usia di DIJ supaya mereka tercukupi gizinya, kebutuhan dasarnya agar bisa hidup sehat," ujarnya.


Adapun penyalurannya sudah berlangaung sejak Januari lalu. Direncanakan program ini bagi lansia untuk selamanya. Tahun 2024 ini menjadi tahap awal penyaluran.


"Insya Allah selamanya sesuai keinginan Bapak Gubernur. Kita mencoba ini, mulai kita evaluasi terus. Kita mulai satu tahun ini 2024, kita evaluasi terus nanti 2025," jelasnya.


Adapun bantuannya senilai Rp 300 ribu untuk tiap bulan. Skema penyalurannya secara cashless melalui barcode.

Setiap penerima akan mendapatkan barcode masing-masing untuk kemudian ditukarkan sembako ke warung lanjut usia Yogyakarta (waluyo) yang telah ditunjuk untuk mendukung program JSLU.


"Ini dua yang kita bantu, yang kita berdayakan adalah warung-warung kelontong yang jualan kecil-kecil.

Itu yang menyiapkan barang. Jadi lanjut usia beli di warung sekitar situ, tujuannya lanjut usia juga membantu warung kecil ini biar perekonomiannya berjalan terus," terangnya.


Adapun delapan ribu jiwa target penerima manfaat ini paling banyak sasaran berada di Kabupaten Gunungkidul dengan 3.413 lansia.

Kemudian disusul Sleman dengan 2.400 lansia, Bantul 1.186 lansia, Kota Jogja 560 lansia dan Kulon Progo 441 lansia. (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#sembako #Dinsos DIY #P3KE #bpnt #Program JSLU