Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ajarkan Nilai-Nilai Budaya Jogja, Disbud DIY Para Siswa SD Hingga SMA Kunjungi Sumbu Filosofi

Fahmi Fahriza • Senin, 4 Maret 2024 | 22:12 WIB
MAKNA: Siswa SD dari perwakilan lima sekolah di DIY saat mengikuti rangkaian kegiatan di sumbu filosofi di Kepatihan Jogja Senin (4/3).
MAKNA: Siswa SD dari perwakilan lima sekolah di DIY saat mengikuti rangkaian kegiatan di sumbu filosofi di Kepatihan Jogja Senin (4/3).

JOGJA - Dinas Kebudayaan DIY melangsungkan sosialisasi tata nilai pelajar yang ditujukan kepada siswa lintas rombel mulai SD hingga SMA dari lima kabupaten/kota.

Adapun hasil kegiatan ini adalah kunjungan ke Sumbu Filosofi sebagai media pembelajaran dan pengenalan nilai-nilai budaya Jogja.

Plt Kasi Pengembangan dan Pemeliharaan Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Dinas Kebudayaan DIY Agus Suwarto mengatakan, agenda tersebut mulai dijalankan sejak tahun lalu.

Kegiatan ini diharapkan akan terus dilangsungkan secara konsisten. 

"Harapannya tentu bisa ada terus, untuk sekarang ini kami lakukan tiga hari, Senin sampai Rabu, urutannya SD, SMP dan SMA," katanya, Senin (4/3).

Adapun, kawasan Sumbu Filosofi yang akan dikunjungi para siswa tersebut meliputi
Tugu Pal Putih Jogja, Bangsal Kepatihan, Panggung Krapyak, Masjid Kotagede, dan juga Situs Kauman Pleret.

Tak sekadar memfasilitasi para siswa untuk mengenal Sumbu Filosofi, Agus berharap, para siswa yang terpilih mengikuti agenda tersebut bisa menularkan ilmu kepada siswa lain yang belum bisa terlibat.

"Harapannya mereka bisa menularkan dan menjadi perpanjangan tangan untuk menyebarkan informasi dan nilai-nilai budaya yang dipelajari hari ini," ungkapnya.

Ia merinci, dalam gelaran tersebut setiap kabupaten/kota di DIY diwakili oleh satu sekolah dengan total delegasi sepuluh orang.

Terdiri sembilan orang siswa dan satu guru pengawas.

"Kuotanya per kabupaten sepuluh orang, jadi per hari itu ada lima puluh orang rombongannya, untuk pemilihan delegasi itu murni keputusan masing-masing sekolah," paparnya.

Selepas mengikuti rangkaian kegiatan di Sumbu Filosofi, para siswa diminta untuk memberikan respons dan tanggapan mereka terhadap situs-situs yang dikunjungi.

Hal tersebut dinilainya penting untuk menstimulus kreatifitas dan kepekaan mereka dalam menangkap materi.

"Kami sesuaikan, untuk yang SD kami minta mereka untuk memberi respons tulis, untuk SMA kami minta mereka buat video semacam vlog begitu. Jadi, tetap ada output-nya," bebernya.

Sementara itu, guru pendamping dari SD Piyaman 1 Wonosari, Gunungkidul,.Antun Puji Lestari membeberkan, inisiatif dari Dinas Kebudayaan DIY ini merupakan sangat penting dilakukan.

Disebutnya, secara umum anak didiknya sangat antusias untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang ada.

"Mereka udah seneng dan antusias dari berangkat, ini hal yang bagus untuk mereka belajar dan berkenalan dengan siswa dari sekolah lain," bebernya.

Antun berharap, ke depan agenda serupa bisa terus dilakukan secara konsisten.

Selain itu, dilakukan beberapa penhembangan. Termasuk, penambahan kuota siswa yang terlibat.

"Mungkin lebih baik kalau kuotanya juga ditambah, karena datang langsung untuk belajar ini pengalamannya berbeda dengan mempelajari dari internet atau cerita," tuturnya.

Kendati demikian, ia tetap mengapresiasi Dinas Kebudayaan DIY yang telah memfasilitasi dan memberikan ruang belajar bagi para siswa tersebut.

Diakuinya, pembelajaran tersebut tidak saja penting bagi para siswa. Namun, juga bagi para guru pendamping.

"Ini saya juga sekalian belajar, karena jarang juga punya momen bisa masuk ke situs-situs bersejarah ini sampai ke dalam dan diberi penjelasan juga," tandasnya. (iza)

Editor : Amin Surachmad
#Tugu Pal Putih #Dinas Kebudayaan DIY #Sumbu Filosofi