JOGJA - Sebanyak kurang lebih 600 warga Masyarat Kampung Tahunan, Umbulharjo, Jogja padati komplek makam Tahunan di Jalan Kukilo untuk mengikuti acara Nyadran Kampung Tahunan, Minggu (3/3/2024). Acara tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun oleh warga Tahunan sebagai pertanda akan masuknya bulan suci ramadhan.
"Kemarin pada awal bulan Ruwah kita lakukan bersih-bersih makam Tahunan terlebih dahulu untuk membuka serangkaian acara Sadranan," ujar Ketua Kampung Tahunan, Muhamad Helmy Rahman kepada Radar Jogja, Minggu (3/3/2024).
Menengok pada tahun-tahun sebelumnya, acara Sadranan di kampung Tahunan biasa diawali dengan giat bersih makam. Giat tersebut dihadiri seluruh ahli waris makam Tahunan dan warga masyarakat.
"Kita bareng-bareng bersih makam pada tanggal 18 Februari kemarin, kebetulan juga di bantu oleh komunitas budaya yaitu Wani Wirang," tuturnya.
Hari ini, warga kampung Tahunan mengadakan tradisi Kirab gunungan makanan khas Ruwahan yaitu Apem, Ketan, Kolak dan Ingkung. Satu buah gunungan Ingkung dan apeman diarak dengan diiringi warga dengan diikuti instrumen bregodo.
"Alhamdulilah peserta tahun ini meningkat sekitar 600 orang mulai dari RT 1 sampai RT 14 banyak warga yang hadir," tandasnya
Acara Sadranan pagi itu ditutup dengan pengajian dan doa bersama di area komplek makam. Dalam pengajian tersebut juga disampaikan materi tentang hikmah Sadranan oleh penceramah.
"Selalu mengingat leluhur dan berbakti kepada orang tua. Selain itu arti dari makna filosofi makanan dalam Sadranan juga disampaikan," jelasnya.
"Karena saat ini banyak generasi muda banyak yang tidak paham sehingga perlu diingatkan kembali dengan cara seperti ini," imbuhnya.
Sementara itu, Rois kampung Tahunan Supangat menambahkan masyarakat Kampung Tahunan sangat antusias dalam mengikuti acara Sadranan. Selain untuk berdoa, acara tersebut juga sebagai wadah menjalin kebersamaan antar warga.
"Kami nyekar kepada ahli waris masing-masing yang diantaranya juga salah satu tokoh cikal bakal kampung Tahunan yaitu Mbah Kyai Taslim," ujarnya.
Kebersamaan warga tersebut diwujudkan dalam acara Kembul Bujono yang diikuti seluruh hadirin yang datang. Kembul Bujono merupakan makan bersama dengan menu nasi gurih dan suwiran ayam kampung yang khas saat momen Sadranan. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin