RADAR JOGJA - Jelang masuknya bulan ramahan, Kalurahan Purwokinanti, Kemantran Pakualaman menggelar acara Tradisi Ruwahan apem.
Acara Ruwahan apem ini digelar selama dua hari, yakni pada hari Sabtu (2/3) dan Minggu (3/3). Pada hari pertama masyarakat Kalurahan Purwokinanti mengadakan doa bersama di petilasan Mbah Jogo yang berada di RW 01 Kampung Jagalan, Ledoksari, Purwokinanti.
Lalu dilanjutkan dengan mengarak gunungan apem yang berhenti di Kampung Kepatihan, Kalurahan Purwokinanti, Kemantran Pakualaman.
Ketua Panitia Widodo Yuwono mengatakan, acara Ruwahan Apem ini juga bertujuan untuk berdoa kepada Tuhan agar masyarakat Purwokinanti khususnya Kemantren Pakualaman semuanya diberi kesehatan dan dicukipi semua kebutuhannya.
Baca Juga: Dua Mahasiswa Asal India dan Rusia Jadi Duta Keselamatan Operasi Progo, untuk Ingatkan Bule di Jalan
Selain itu, pada acara Ruwahan Apem ini masyarakat Kalurahan Purwokinanti juga bersilaturahmi ke Petilasan Mbah Jogo yang ada di Kampung Jagalan untuk meminta keselamatan kepada Tuhan. Sebab Mbah Jogo ini dipercaya masyarakat sebagai pelindung dari Kalurahan Purwokinanti.
"Semuanya pokoknya mengharapkan ridho dari Allah agar semua sehat, bahagia, dan aman tentram," kata Widodo
Kepala Bidang Adat dan Tradisi Lembaga Budaya dan Seni, Perwakilan dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Jogja, Tri Sotya Atmi juga mengatakan acara Ruwahan Apem ini diharapkan agar bisa menjadi edukasi kepada masyarakat untuk pestarian adat dan tradisi di Jogjakarta.
Dan acara seperti ini menurutnya bisa mendatangkan wisatawan ke Kelurahan Purwokinanti.
Tak lupa, Sotya juga berpesan agar para anak-anak muda juga bisa ikut serta dan berkiprah dalam acara tersebut. Sebab seiring berkembangnya zaman nilai-nilai budaya dan tradisi akan menghilang jika generasi muda tidak ikut melestarikannya.
"Saya harap anak-anak muda juga terlibat dalam acara seperti ini. Karena mereka adalah generasi penerus kami ke depan untuk melestarikan budaya," tandasnya.
Editor : Heru Pratomo