JOGJA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, Kelurahan Sosromenduran menjelang bulan puasa menggelar acara Kenduri Ruwahan Apem.
Kali ini ini, acara digabung dengan agenda Pemkot Jogja yakni Sarkem Fest 2024. Ratusan peserta diperkirakan bakal memenuni kompleks Pasar Kembang (Sarkem).
"Ini agenda rutin di Kampung Sosromenduran dan merupakan ikon kampung wisata Sosromenduran yang dilakukan setiap tahun. Kebetulan kita kolaborasikan dengan agenda Dinas Pariwisata yaitu Sarkem Fest 2024," ujar pengelola Kampung Wisata Sosromenduran Edi Subagyo kepada Radar Jogja Jumat (1/3).
Karena Kelurahan Sosromenduran berada di pusat wisata Jogja yaitu Malioboro, maka acara itu juga banyak dihadiri tenant-tenant penjual jajanan.
Acara juga untuk menarik minat wisatawan agar kunjungan wisata di Kota Jogja, khususnya di Sosromenduran lebih meningkat. "Acaranya dua hari hingga besok (hari ini, Red)," tuturnya.
Kenduri Ruwahan Apem sebelumnya sudah rutin dilaksanakan di Kelurahan Sosromenduran. Warga dulunya sering membuat apem saat Ruwahan untuk dibagikan kepada masyarakat di keluarahan itu.
Karena lama kelamaan tradisi membuat apem ruwahan masyarakat mulai berkurang, pihaknya mencoba membuat wadah dengan menggelar festival ini.
"Intinya apem kita bagikan kepada masyarakat sebagai rasa syukur dan membersihkan diri sebelum bulan puasa agar puasanya berkah dan lancar," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Acara Kenduri Ruwahan Apem Sosromenduran Muhammad Nur Riza Fahldevi menambahkan, setiap RT di Kelurahan Sosromenduran akan membuat apem serentak di depan Kantor Kelurahan Sosromenduran. Nantinya hasil dari pembuatan apem itu akan dilombakan.
"Nanti kan ada tujuh kampung. Apem akan dibuat gunungan atau jodhang menjadi tujuh sesuai jumlah kampung," ujarnya. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan kirab budaya yang akan mengarak tujuh gunungan apem itu.
Kirab budaya itu akan diiringi langsung Bregada Kelurahan Sosromenduran. "Di Kelurahan Sosromenduran sendiri mempunyai dua kelompok bregada yaitu Bregada Saekokapti dan Wirososro," tuturnya.
Baca Juga: Baznas Kota Jogja Dapat Tiga Penghargaan, 10.260 Orang Terima Manfaat Zakat
Setelah kirab dilanjutkan dengan Kenduri Ruwahan Apem Sosromenduran secara massal. Kenduri itu diperkirakan akan dihadiri 500 peserta yang terdiri atas masyarakat Sosromenduran dan sekitarnya. "Kita sediakan 500 konsumsi untuk kenduri massal. Semuanya bisa ikut," jelasnya.
Apem yang diproduksi masyarakat dalam acara itu kurang lebih 1.080 apem. Pembuatannya dibagi dengan sistem per RT membuat 20 apem. "Jadi karena ada 54 RT, berarti 20 dikalikan 54, totalnya ada 1.080 apem," ungkapnya. (oso/laz)
Editor : Satria Pradika