Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Desentralisasi Penuh Sampah Dicanangkan Awal Mei,   Kabupaten dan Kota Jogja Diminta Siap-Siap 

Satria Pradika • Jumat, 1 Maret 2024 | 17:45 WIB

 

 

pengendara motor melintasi depo sampah pengok, Gondokusuman, Jogja, Kamis (29/2). TPST Piyunga diprediksi akan penuh pada 15 april 2024 mendatang. Rencana program desentralisasi sampah secara mandiri baru dapat dilakukan bulan mei (Foto: Elang Kharisma De
pengendara motor melintasi depo sampah pengok, Gondokusuman, Jogja, Kamis (29/2). TPST Piyunga diprediksi akan penuh pada 15 april 2024 mendatang. Rencana program desentralisasi sampah secara mandiri baru dapat dilakukan bulan mei (Foto: Elang Kharisma De

RADAR JOGJA - Program desentralisasi sampah mandiri secara penuh segera dicanangkan awal Mei mendatang. Soft launching bakal digelar sebagai bentuk persiapan di kawasan TPST Piyungan dengan mengundang pejabat kabupaten/kota pekan depan. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIJ Kusno Wibowo mengatakan, kondisi transisi dua TPST Piyungan diprediksi penuh 15 April mendatang. Sementara rencana desentralisasi sampah baru bisa dilakukan Mei.  "Kita dorong kabupaten/kota untuk siap-siap," katanya kemarin (29/2). 

Kusno menjelaskan untuk menuju desentralisasi secara penuh ini pejabat kabupaten/kota akan diundang untuk melakukan soft launching di kawasan TPST Piyungan. Hal ini sebagai bentuk persiapan menuju dicanangkan secara penuh pada Mei nanti. 

Menurutnya, kondisi TPST Piyungan saat ini masih aman dan terkendali. Meski musim hujan yang berpotensi dapat menyebabkan tonase sampah bertambah penuh juga diklaim tak ada masalah.  "Mudah-mudahan ke depan masih aman," jelasnya. 

Sementara itu, proyeksi TPST Piyungan ke depan pasca kebijakan desentralisasi itu mulai berjalan, selanjutnya akan dikaji terlebih dahulu. Terlebih di kawasan itu juga terdapat zona A seluas 12 hektare.  "Itu diapakan juga yang transisi, nanti penentuannya setelah desentralisasi dikaji lagi," terangnya. 

Pihaknya melakukan kebijakan khusus soal alokasi yang dimanfaatkan Pemkot Jogja. Setidaknya kebijakan berupa pengangkutan khusus itu dapat mengurangi perosalan pelik sampah di Kota Jogja. 

"Selain kuota harian, kami juga ada kuota khusus bagi kota. Tapi tetap kita evaluasi, bukan permintaan langsung dikabulkan. Kita evaluasi tiga hari sekali," tambahnya. 

Kuota khusus ini juga dinilai hanya penambahan di luar dari yang reguler agar sampah dari kota bisa tertangani. Biasanya pengangkutan bisa 4-5 truk sampah. "Tergantung evaluasi dari teman-teman kami. Jumlahnya ya bertambah terus untuk kuota khusus," tambahnya. (wia/laz)

 

 

Editor : Satria Pradika
#Sampah #TPST Piyungan