RADAR JOGJA - Gagasan teknologi Computer Aided Reverse Engineering (CARE) System dilontarkan Prof Dr Ir Paulus Wisnu Anggoro. Guru Besar baru di Universitas Atmajaya Yogyakarta (UAJY) ini dalam risetnya mengembangkan sepatu boots orthotik untuk pasien clubfoot dan keramik tableware. Aplikasi teknologi Computer Aided Reverse Engineering (CARE) System dalam Hilirisasi Riset Pengembangan Sepatu Orthotik Custom untuk Pasien Clubfoot dan Miranda Keer Tea for OneTeapot dilontarkan dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar, kemarin (29/2). Paulus Wisnu Anggoro menyoroti CARE system yang bisa meminimalkan kesalahan file dengan memindai Miranda Kerr Tea sebagai produk sampel One Teapot yang terbuat dari tanah liat Bone China.
"Penelitian ini dilakukan pada dua industri manufaktur, yaitu indsutri sepatu lokal dan perusahaan keramik nasional di Indonesia," kata Paulus.
Selama ini masih jarang ditemukan adanya riset yang membahas secara komprehensif dari pengembangan ide sampai tahap pembuatan produk yang berbasis pada teknologi modern
berbasis computer aided reverse engineering system (CARE System)."Teknologi ini mengedepankan konsep RE dan 3D modelling dalam membangkitkan ide konsep perancangan produk yang diinginkan oleh industri maupun masyarakat menjadi kenyataan," ujarnya.
Beberapa riset di Indonesia kebanyakan hanya berakhir pada pembuatan prototype atau mock up dan publikasi pada jurnal internasional yang sekadar mengejar popularitas bagi peneliti, perguruan tinggi, maupun pemberi dana riset."Produk riset yang dipilih adalah sepatu boots orthotik custom dan produk keramik porcelain emboss (tableware, tiles wall;
jewerly) berciri khas Indonesia Batik Motifs," ujarnya.
Pemilihan dua industri ini, lebih didasarkan pada kedekatan hati antara saya dan owner pemilik industri.
Sementara produk sepatu orthotik dipilih karena memiliki unsur kebaruan berupa sisi humanisme yang menjadi salah satu ciri khas dan keunggulan kompetitif dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang unggul, inklusif, humanis dan selalu menuju terang pada kebenaran di kedua produk tersebut."Tidak semua pabrik sepatu di Indonesia mau ikut berkontribusi pada bidang ini karena alasan ekonomis ataupun material. Padahal jumlah pasien deformity foot seperti diabetes per tahun mengalami kenaikan," ungkapnya.
Hal inilah yang mendasari dirinya untuk terus terlibat dalam pengembangan desain produk baru untuk sepatu orthotik custom dan produk keramik.Alas kaki ini berupa sepatu boots yang dirancang khusus bagi penderita kelainan kaki (deformities foot) berjenis congenital talipes equinovarus (CTEV) atau sering disebut kaki pengkor atau clubfoot."Sepatu ini, nantinya sangat membantu pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari," ungkapnya.
Kemudian Keramik Tableware Hilirisasi riset berbasis aplikasi CARE System yang berakhir pada fabrikasi produk keramik juga lolos di beberapa industri keramik nasional dengan sentuhan teknologi modern. (gun/din)
Editor : Satria Pradika