Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Merasa Tidak Sejahtera Pasca Relokasi, PKL TM 2 Sindir Pemerintah Dengan Bagi Bansos Berupa Pasar Murah

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 29 Februari 2024 | 23:57 WIB
Merasa belum sejahtera pasca relokasi, para PKL Teras Malioboro 2 menyindir pemerintah dengan menggelar pasar murah di halaman TM 2, Kota Jogja, Kamis (29/2/2024)
Merasa belum sejahtera pasca relokasi, para PKL Teras Malioboro 2 menyindir pemerintah dengan menggelar pasar murah di halaman TM 2, Kota Jogja, Kamis (29/2/2024)

JOGJA - Pedagang Kaki Lima (PKL) Teras Malioboro (TM) 2 yang tergabung dalam Paguyuban Tri Dharma gelar Refleksi 2 Tahun Relokasi serta Pembagian Bantuan Sosial (Bansos) berupa para murah bertajuk Perkuat Solidaritas Pedagang, Wujudkan Kebijakan yang Partisipatif dan Mensejahterakan di TM 2, Kamis (29/2/2024). Pasar murah tersebut diselenggarakan dengan tujuan sebagai sindiran kepada pemerintah karena belum ada bentuk bantuan atau apresiasi yang diberikan kepada para PKL yang tidak sejahtera pasca relokasi. 

"Sebenarnya selama kita di TM 2, belum ada satupun bentuk apresiasi bantuan langsung ke pedagang baik saat pertama relokasi, semua modal kita. Kita disini cuma sekedar dikasih lapak kotak, modalnya dari pedagang pada saat itu sekitar 3-5 juta untuk membuat lapak masing-masing pedagang," ujar Ketua Umum Paguyabn Tri Dharma, Arif Usman saat ditemui di TM 2, Kamis (29/2/2024).

Pasar murah tersebut ditujukan kepada para PKL yang berdagang di TM 2. Inisiatif tersebut lahir dari oengamatan perihal kesejahteraan para pedagang khsususnya yang lapaknya berada di belakang. 

"Karena memang unik PKL Malioboro 2 disisi belakang bisa disaksikan sendiri banyak yang tidak laku jualannya, mungkin kalau cuma sekilas di depan TM 2 semua pedagang laris, tapi kalau di bagian belakang ngapunten sangat memprihatinkan," tuturnya.

"Makanya relokasi TM 2 jauh dari sejahtera. Bahkan kemarin kita kemarin sempat bertemu dengan GKR Hemas, beliau sendiri bilang lapak yang ada di TM 2 tidak layak untuk pedagang," imbuhnya.

Anggaran pengadaan pasar murah tersebut berasal dari para anggota Paguyuban Tri Dharma. Selain itu, mereka juga mencari donatur dari para suplaier pedagang dari luar. 

"Ini merupakan rangkaian yang kemarin kita adakan bazar pakaian bekas yang masih pantas pakai dan jual boneka yang kita adakan di depan teras," jelasnya. 

Agenda tersebut sengaja diadakan untuk membantu menyejahterakan para pedagang yang sepi pembeli. Selain itu, itu merupakan bentuk sindiran kepada pemerintah.

"ini adalah bentuk kepedulian kita dan semoga pemerintah juga tersindir dengan hal ini bahwa temen-temen PKl TM 2 jauh dari sejahtera," tandasnya.

"Sistemnya (pasar murah) adalah tebus murah yang umumnya (paket sembako) seharga Rp 75 ribu bisa ditebus dengan harga Rp 45 ribu. (Paket) berisi dua kilo beras satu liter minyak satu kilo gula dan dua mie instan," pungkasnya. 

Sementara itu, salah seorang PKL TM 2, Nining mengaku terbantu dengan adanya pasar kurah tersebut. Ia merupakan pedagang yang mempunyai lapak di lorong belakang l. 

"Ini sangat membantu banget, kebetulan saya jualannya do lorong belakang, dalam seminggu lakunya bisa cuma sehari aja," jelasnya kepada wartawan.

"Harapannya buat pemerintah, tolonglah kami kan ekonominya sedang turun, mbok apa-apa itu jangan mahal gitu lo. Nggak mampu kita mau beli," imbuhnya. 

Tak hanya Nining, salah seorang pedagang yang mengikuti pasar murah Tri Hastuti juga merasa terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Hal tersebut dikarenakan melihat harga sembako di masa sekarang naik dan mahal. 

"Gula sekarang juga naik, minyak juga. Ini di data dari ketua panitianya kemari," jelasnya. 

Tri merupakan pedagang Terang Malioboro 2 yang kesehariannya berjualan pakaian. Ia mengaku para pembeli biasanya lebih memilih membeli dagangan di kios yang berada di dekat selasar. 

"Pendapatan harianya tidak menentu, tidak bisa kaya dulu. Cukup buat makan," pungkasnya. (oso)




 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Relokasi #teras #Malioboro