Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dua Tahun Berdiri, PKL Teras Malioboro 2 (Paguyuban Tri Dharma) Tidak Dilibatkan dalam Penentuan Kebijakan Pemerintah

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 29 Februari 2024 | 23:51 WIB
Ketua Umum Paguyuban Tri Dharma, Arif Usman.
Ketua Umum Paguyuban Tri Dharma, Arif Usman.

JOGJA - Pedagang kaki lima (PKL) di Teras Malioboro (TM) 2 gelar Refleksi Dua Tahun Relokasi TM 2. Selama dua tahun tersebut, para PKL yang tergabung dalam Paguyuban Tri Dharma merasa tidak dilibatkan dalam setiap penentuan kebijakan oleh pemerintah, bahkan dalam pembentukan Forum Komunikasi (Forkom) PKL TM 2 yang terbentuk belum lama ini, mereka juga tidak ada yang jadi pengurus.

Permasalahan di Teras Malioboro 2 sebenarnya sepele yaitu tidak adanya partisipasi atau kebijakan yang partisipatif. Terakhir kemarin baru baru ini dibentuk Forum Komunikasi (Forkom) Teras Malioboro 2 dimana pembentukannya tidak melibatkan paguyuban tri Dharma yang notabenya  adalah anggota terbesar di TM 2," ujar Ketua Umum Paguyabn Tri Dharma, Arif Usman saat ditemui di TM 2, Kamis (29/2/2024).

Menurutnya, Paguyuban Tri Dharma merupakan paguyuban yang anggotanya terbanyak di TM 2. Dari total 1041 PKL, sebanyak 830 pedagang adalah anggota Tri Dharma,lanjutnya. 

"Kita tidak sama sekali dilibatkan dalam pembentukan Forkom, makanya adanya pembentukan forkom TM 2 dengan tegas kita nyatakan tolak itu," tandasnya.

Arif menilai para pedagang TM 2 selama ini tidak dilibatkan dalam proses penentuan kebijakan. Menurutnya, hal tersebut menjadi kendala dengan pemangku kebijakan yang dalam hal ini adalah UPT Dinas Kebudayaan Kota Jogja contohnya adalah pembentukan Forkom tersebut.

"Yang membentuk Forkom tersebut setau kami adalah dinas dalam hal ini UPT PKCB. Setahu kami, temen-temen yang di undang dalam pembentukan Forkom tersebut ber Kop surat UPT PKCB Yogyakarta dan yang bertanda tangan langsung adalah ketua UPT bapak Ekhwanto," jelasnya.

Arif juga menyampaikan bahwa Forkom tersebut belum melahirkan kebijakan apapun. Anggota dan pengurus FORKOM tersebut juga diambil dari segelintir pedagang atau bahkan orang yang tidak berjualan di TM 2 Malioboro.

"Jadi ketua Forkom dalam hal ini kemarin pak Ekhwanto bilang saudara  Dinnari itu adalah pedagang yang memang lapaknya disewakan, dianya tidak berdagang disini tapi bisa jadi ketua Forkom, kita tidak tahu sama sekali Dinnari tu siapa," tuturnya. 

"Sebenarnya tawaran dari pemerintah belum ada karena memang partisipasi kita untuk berkomunikasi dengan pemerintah sejauh ini kita tidak pernah dilibatkan," imbuhnya.

Disisi lain, Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIJ,  Srie Nurkyatsiwi menyampaikan pihaknya siap untuk masuk dalam pembinaan pedagang di Teras Malioboro 2. Silahkan jadikan komunikasi dan komitmen jika terdapat pertanyaan dari teman-teman pedagang, lanjutnya. 

"Kalau ada keraguan, kekhawatiran gak laku silakan komunikasi kepada jalur yang benar yang memahami terhadap rencana bagaimana perencanaan ke depan atau rencana-rencana yang nantinya akan dibangun di teras malioboro ini," pungkasnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#PKL #teras #Malioboro #kaki lima