JOGJA - Program desentralisasi sampah mandiri secara penuh segera akan dicanangkan pada awal Mei mendatang.
Soft launching bakal digelar sebagai bentuk persiapan di kawasan TPST Piyungan mengundang pejabat kabupaten/kota pada pekan depan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo mengatakan, kondisi transisi dua TPST Piyungan prediksi penuh akan terjadi 15 April mendatang.
Sementara rencana desentralisasi sampah penuh baru bisa dilakukan bulan Mei.
"Kita dorong kabupaten kota untuk siap-siap," katanya Kamis (29/2).
Kusno menjelaskan untuk menuju desentralisasi secara penuh ini pejabat kabupaten/kota akan diundang untuk melakukan soft launching di kawasan TPST Piyungan.
Hal ini sebagai bentuk persiapan menuju dicanangkan secara penuh pada Mei nanti.
"Kami minggu depan di TPA Piyungan sana akan mencanangkan persiapan desentralisasi sampah mengundang pejabat dari kabupaten kota mulai DLH, Sekda dan Bappeda. Masih soft launching lah istilahnya nanti kan desentralisasi penuh pada akhir April atau awal Mei," ujarnya.
Menurutnya, kondisi TPST Piyungan saat ini masih aman dan terkendali.
Meski musim hujan yang berpotensi dapat menyebabkan tonase sampah bertambah puh juga diklaim tak ada masalah.
"Mudah-mudahan ke depan juga masih aman," jelasnya.
Sementara, proyeksi TPST Piyungan ke depan paska kebijakan desentralisasi itu mulai berjalan selanjutnya akan dikaji terlebih dahulu.
Terlebih, di kawasan tersebut juga terdapat zona A seluas 12 hektare.
"Itu diapakan juga yang transisi, nanti penentuan penentuannya setelah desentralisasi dikaji lagi," terangnya.
Sementara ini, pihaknya melakukan kebijakan khusus soal alokasi yang dimanfaatkan Pemkot Jogja.
Setidaknya kebijakan berupa pengangkutan khusus itu dapat mengurangi perosalan pelik sampah di Kota Jogja.
"Selain kuota harian kami juga ada kuota khusus bagi kota, tapi tetap kita evaluasi bukan permintaan langsung dikabulkan, kita evaluasi tiga hari sekali," tambahnya.
Kuota khusus ini juga dinilai hanya penambahan di luar dari yang reguler agar sampah dari kota bisa tertangani. Biasanya pengangkutan bisa 4-5 truk sampah.
"Tergantung evaluasi dari teman-teman kami. Jumlahnya ya bertambah terus untuk kuota khusus," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad