RADAR JOGJA - Ketersediaan beras juga dipengaruhi produksi padi. Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIJ Andi Nawa Candra mengatakan, produksi tanaman pangan DIY salah satunya padi tahun 2022-2023 turun. Produksi 2022 sebanyak 561.699 ton, sementara 2023 sebanyak 535.714 ton. "Produksi menurun karena faktor El Nino," katanya Rabu (28/2).
Andi menjelaskan luas tambah tanam padi menurun karena faktor ketersediaan air. Sehingga petani beralih ke tanam palawija seperti jagung, kedelai, kacang tanah dan tanaman hortikultura seperti cabai, bawang merah dan sejenisnya. Sedangkan untuk tahun ini pihaknya menargetkan produksi padi Januari hingga Desember 2024 sebesar 588.839 ton. "Kalau produksi padi Januari Februari 2024 sebesar 19.987 ton GKG (gabah kering giling). Luas lahan panennya 3.159 hektar," tambahnya.
Di Jawa Tengah, Pemprov Jateng masih memiliki persediaan beras cadangan pangan sekitar 320 ton. Cadangan beras tersebut akan dimanfaatkan ketika masyarakat memerlukan bantuan beras. Termasuk bagi korban bencana alam maupun keluarga miskin yang belum mendapat bantuan dari Bapanas melalui Bulog.
Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana mengatakan, terkait bantuan cadangan pangan berupa beras, kata dia, Bulog terus berupaya melakukan langkah-langkah untuk meringankan beban masyarakat. Nana pun meminta agar masyarakat tidak panic buying dan membeli beras sesuai kebutuhan. “Di Kabupaten Magelang ini, kami memberikan bantuan 10 ton beras dan mi guna membantu masyarakat yang perekonomiannya lemah,” urainya usai acara Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran bantuan cadangan pangan di Kantor Kecamatan Mungkid, Rabu (28/2).
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng Dyah Lukisari mengatakan, semua level pemerintah harus memperkuat cadangan pangan. Hal itu tertuang dalam edaran Mendagri tertanggal 17 Januari 2024. Dia menyebut, sudah ada rumusan terkait cadangan pangan yang disiapkan, termasuk komposisi anggaran.
Berdasarkan hasil perhitungan Bapanas, lanjut Dyah, ada sekitar 31 kabupaten dan kota masih kekurangan untuk mencukupi stok cadangan pangan. Contohnya seperti di Kabupaten Magelang yang baru memiliki 62 ton cadangan beras dari seharusnya 84 ton beras. “Ini kami dorong untuk dipenuhi dari APBD masing-masing,” tegasnya.
Selain pemerintah kabupaten dan kota, pemerintah desa juga sudah diamanatkan agar memiliki lumbung pangan sesuai dengan Permendes. Sejauh ini, lanjut dia, baru Kabupaten Grobogan yang sudah menerbitkan peraturan untuk cadangan pangan sebesar 2 ton dari dana desa
“Kami harap pemerintah kabupaten dan kota mendorong pemerintah desa untuk mengalokasikan dana cadangan pangan dari dana desa,” imbaunya. (aya/wia/pra)
Editor : Satria Pradika