Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penyakit Japanese Encephalitis Ditemukan di DIY, September Pemkot Jogja Siapkan Imunisasi JE

Agung Dwi Prakoso • Kamis, 29 Februari 2024 | 17:10 WIB
Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani
Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani


RADAR JOGJA - Penyakit Japanese Encephalitis (JE) patut diwaspadai. Sebab, di Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) telah ditemukan sebanyak 13 kasus pasien yang terpapar penyakit JE. Untuk itu, Pemkot Jogja akan berikan imunisasi atau vaksin JE kepada masyarakat khususnya anak-anak. "Penyakit JE ini dapat menyebabkan kematian dan juga kecacatan. Saat ini belum ada obat untuk penyakit JE, namun penyakit ini ada dapat dicegah dengan pemberian imunisasi," ujar Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani, Selasa (27/20.


Penyakit JE muncul dari gigitan nyamuk dan biasanya menimbulkan beberapa gejala. Namun dalam beberapa kasus, penyakit tersebut juga tidak menimbulkan gejala pada penderitanya. Pada umumnya infeksi JE ini pada manusia ditandai dengan gejala ringan, atau bahkan tidak bergejala. “Kemudian untuk tanda dan gejala biasanya muncul 4 sampai 14 hari setelah masa inkubasinya," tuturnya.


Gejala awal yang terjadi pada anak biasanya akan disertai demam yang tinggi. Selain itu gejala selanjutnya juga disertai dengan muntah, diare hingga kejang. JE merupakan penyakit radang otak yang disebabkan oleh virus Japanese Encephalitis yang termasuk dalam family Flavivirus. Pemerintah pusat juga telah melakukan imunisasi JE di Provinsi Bali pada 2018."Di Kalimantan Barat juga telah dilakukan imunisasi JE pada 2023 untuk memperluas cakupan imunisasi," tandasnya.

Selanjutnya, imunisasi JE masih diperluas lagi dan menyasar di Provinsi DIY pada tahun ini. Hal tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: HK.01/07/MENKES/1462/2023 tentang Pemberian Imunisasi Japanese Encephalitis.


Realisasi imunisasi JE di DIY rencananya akan dilaksanakan pada September. Target pemberian imunisasi difokuskan kepada anak dengan usia minimal 9 bulan dan maksimal 15 tahun. "Kemudian untuk balita 10 bulan itu juga akan diberikan satu dosis pada bulan November atau pada jadwal imunisasi rutin," ungkapnya.


Emma menyampaikan jumlah target sasaran imunisasi JE di Kota Jogja 72.322 anak. Dari informasi yang ia dapat, untuk seluruh Provinsi DIY ditargetkan 844.213 anak. "Karena jadwal dari Kemenkes memang September, karna kan berhubungan dengan logistik, kemudian pelatihan SDM-nya untuk pelaksanaan," ujanrya.


Nantinya, pelayanan imunisasi atau vaksin JE tersebut akan dilayani di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Jogja. Untuk mengakses vaksin tersebut masyarakat juga tidak perlu mengeluarkan biaya karena merupakan program pemerintah sehingga gratis. (oso/din)

Editor : Satria Pradika
#vaksin je #Penyakit Japanese Encephalitis #DIY #JE #Dinkes Kota Jogja