RADAR JOGJA - Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) menyimpan berbagai misteri yang menjadi urban legend. Salah satunya di bundaran Teknik UGM.
Konon, menyanyikan lagu Gugur Bunga di malam hari sambil memutari bundaran akan mendatangkan sosok penunggu.
Cerita ini diwariskan turun-temurun dan hampir tiap generasi mahasiswa UGM mengenalnya.
Bahkan saat ini cerita mitos tersebut sudah tidak asing di kalangan masyarakat sekitar.
Hal mistis di sana bisa terjadi karena pada zaman dahulu area kampus UGM dengan UNY adalah basis markas para pejuang kemerdekaan, dan area tersebut dikenal sebagai bulak sumur, jadi bulak itu merupakan hutan, di dalam hutan tersebut memang terdapat sumur.
Pada perang kemerdekaan tempat tersebut merupakan tempat yang digunakan untuk para pejuang bergrilya.
Ada salah satu kisah dari dua orang mahasiswa UGM yang sempat mengalami kejadian mistis di bundaran UGM tersebut.
Kejadian ini bermula dari dua mahasiswa UGM sebut saja namanya Joko dan Dias.
Pada suatu malam mereka kebingunan mencari ide mading untuk kegiatan UKM-nya.
Lalu terpintaslah sebuah ide dari Dias untuk membuktikan mitos tentang nyanyian lagu Gugur Bunga. Namun saat itu Joko menolak.
Joko pun menyarankan Dias untuk mewawancarai temannya saja. Dias pun setuju.
Baca Juga: Ikut Popda 2024, Atlet dan Pelatih Dilindungi BPJS, Kadispora: Target Medali 25 Emas
Namun, Dias meminta Joko mengantarnya ke bundaran UGM untuk melakukan hunting foto saja agar bisa di tempel pada mading yang akan mereka buat.
Lalu mereka menuju ke bundaran UGM tersebut pada jam 12:00 malam.
Namun tiba – tiba sesampainya disana Dias menyanyikan lagu Gugur Bunga tersebut dan menantang karena tidak terjadi apa apa.
Lalu saat mereka pulang mereka tidak bisa keluar dan banyak berputas - putar di bundaran itu, tiba – tiba ada seorang kakek yang duduk di bundaran tersebut.
Mereka pun berhenti dan meminta maaf kepada kakek tersebut namun kakek itu hanya diam saja dan menunjuk dibelakang Joko.
Ternyata di belakang mereka sudah banyak arwah penjajahan yang mendekat.
Joko dan Dias yang sudah sangat ketakutan pun berlulut di depan kakek itu lalu kakek itu pun menunjuk kearah jalan mereka pulang saat itu.
Seketika mereka pun bisa keluar dan pulang menuju kos.
Jadi dari mitos tersebut memang banyak yang sudah mengalami dan dampak yang diterima juga berbeda – beda.
Sebaiknya kita yang sudah mengetahui mitos tersebut dapat menghargai dan juga harus menjaga sikap untuk tidak menantang atau dengan sengaja mencoba mitos tersebut.