Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baru Ada di Sungai Belik, EWS Banjir Juga Akan Dipasang di Sungai Gajah Wong, Winanga dan Code

Agung Dwi Prakoso • Rabu, 28 Februari 2024 | 17:05 WIB

RAWAN BANJIR: Suasana permukiman warga di Sidobali, Muja Muju, Umbulharjo, Kota Jogja, yang berdekatan dengan Sungai Gajah Wong, (27/2). Guntur Aga/Radar Jogja
RAWAN BANJIR: Suasana permukiman warga di Sidobali, Muja Muju, Umbulharjo, Kota Jogja, yang berdekatan dengan Sungai Gajah Wong, (27/2). Guntur Aga/Radar Jogja

 



RADAR JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan memasang tiga early warning system (EWS) otomatis pada tahun ini. Ini dilakukan sebagai upaya penanggulangan banjir. Khususnya untuk perkampungan rawan banjir yang ada di bantaran sungai.


EWS ini nanti akan ditempatkan di Sungai Gajah Wong, Winongo, dan Code. Ada juga anak sungai, yakni Sungai Buntung, Tekik, Widuri, dan Belik. “Nanti yang sering meluap akan dipasang EWS otomatis," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja Nur Hidayat, kemarin (27/2).


Saat ini, EWS dengan sistem otomatis baru dipasang satu di anak sungai yang berpotensi mengalami banjir. Sungai yang dimaksud adalah anak Sungai Belik yang berlokasi di Klitren, Gondokusuman, Kota Jogja. EWS otomatis di Klitren biasanya banjir pas hujan lebat, kalau tidak lebat tidak banjir. “Kalau indikator sudah merah otomatis menyambung ke suara dan berbunyi," tururnya.


Pemasangan EWS otomatis ini akan membantu agar warga dapat segera pindah ke titik kumpul yang sudah ditentukan di masing-masing kampung untuk menyelamatkan diri. EWS otomatis memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan EWS konvensional. EWS otomatis akan berbunyi secara otomatis jika debit air naik dan berbahaya. Sedangkan EWS konvensional harus dilakukan pemantauan secara berkala. "Ketika banjir kan tidak terus seperti sungai besar hanya meluap. Sebenarnya tidak terlalu berbahaya jika digunakan hunian karena hanya merendam saja kalau sungai takutnya ada longsor talud," kata dia.


Selain disertai alarm otomatis yang berbunyi, EWS otomatis juga disertai dengan rekam data. Hal tersebut berfungsi untuk memantau debit air berdasarkan real time. "Jadi kita bisa tahu kapan air mulai naik, puncak denit air tertinggi hingga kapan debit air turun dan ukuranya seberapa," jelasnya.


Penjabat Walikota Jogja, Singgih Raharjo menambahkan hujan yang terjadi 24 Februari lalu menyebabkan beberapa sungai meluap dan mengakibatkan banjir. Di Sungai Belik Klitren misalnya ketinggia air di sungai 1,5 meter hingga sampai masuk ke rumah warga.


Warga menyampaikan EWS disana sudah berjalan. Begitu debit air naik kemudian alarm bahaya berbunyi, lanutnya. "EWS sangat membantu masyarakat supaya mereka lebih mempersiapkan diri," pungkasnya. (oso/din)

 

 

 

Editor : Satria Pradika
#early warning system (EWS) #Pemkot Jogja #Sungai Gajah Wong #bantaran sungai