Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dibangun dengan Dana Keistimewaan, Peresmian Pasar Sentul Jogja Sekaligus Boyong Kirab Pedagang

Elang Kharisma Dewangga • Selasa, 27 Februari 2024 | 20:53 WIB

Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo salim sama Wagub DIY Paku Alam X saat peresmian Pasar Sentul Jogja (27/2/2024).
Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo salim sama Wagub DIY Paku Alam X saat peresmian Pasar Sentul Jogja (27/2/2024).

JOGJA - Pasar Sentul Jogja telah selesai diresmikan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang diwakili oleh Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X dan Penjabat Walikota Jogja, Singgih Raharjo Selasa (27/2/2024). Revitalisasi pasar tersebut bertujuan untuk mewujudkan pasar rakyat yang nyaman, akses yang mudah, bersih, nyaman serta mengikuti kebutuhan zaman. 

"Hari ini, kita berkumpul di sini untuk merayakan sebuah tonggak sejarah baru bagi Pasar Sentul, seiring menegaskan dukungan pemerintah terhadap keberadaan pasar tradisional, dan para pelaku ekonomi di dalamnya," ujar Wakil Gubernur (Wagub) DIY, KGPAA Paku Alam X, Selasa (27/2/2024). 

Dalam pembangunan revitalisasi pasar Sentul, Pemprov DIY menggunakan Dana Keistimewaan. Revitalisasi tersebut juga tidak hanya cukup melestarikan, tetapi juga bertujuan dalam pengembangan pasar rakyat yang merupakan pusat peradaban dan interaksi sosial. 

"Satu hal yang patut disadari bersama, bahwasanya dalam proses revitalisasi ini, kita tidak hanya memfokuskan diri pada perbaikan prasarana, sarana, dan fasilitas pasar untuk menjadikannya lebih modern, bersih, sehat, dan nyaman," tururnya. 

Selain pembangunan, aspek yang menjadi fokus adalah upaya peningkatan ekonomi. Dengan revitalisasi ekonomi diharapkan pendapatan para pedagang pasar sentul menjadi lebih baik dan meningkat. 

"Ini menjadi langkah strategis untuk mengawal harga dan menjaga inflasi, sekaligus memperkuat posisi Pasar Sentul, sebagai sarana perdagangan dan titik distribusi," tandasnya. 

Revitalisasi pasar Sentul juga sebagai jawaban atas tantangan perkembangan zaman khususnya segi perdaingan dengan online shopping. Penguatan teknologi tepat guna juga menjadi perhatian dalam proses pembangunan pasar Sentul. 

"Hal ini dilakukan, untuk memastikan, bahwa Pasar Sentul tidak hanya dapat bertahan, tapi juga berkembang di era digital, dengan memanfaatkan keunikan dan berbagai keunggulan yang dimilikinya," jelasnya. 

Sementara itu, Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo menambahkan Revitalisasi Pasar Sentul menggunakan anggaran sebanyak Rp 23 miliar dari Dana Keistimewaan DIY yang dikelola dalam APBD Kota Yogyakarta tahun 2023. Tahapan perencanaan revitalisasi dimulai dengan pembuatan UKL-UPL, Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN), serta pembuatan Detail Engineering Design (DED) pada awal tahun 2023. 

"Pada bulan Mei 2023 telah dilakukan Groundbreaking dan bulan Desember 2023, pembanguna Pasar Sentul telah dinyatakan selesai," ujarnya. 

Pada hari yang sama juga dilakukan boyongan pedagang dari Shelter Batikan ke pasar Sentul. Boyongan tersebut secara simbolis dilakukan oleh kirab pedagang pasar dengan membawa gunungan yang berisi barang-barang dagangan pasar. 

"Seluruh pedagang segera menempati kembali sesuai tempat yang telah disepakati bersama sesuai zonasi di Pasar Sentul," tururnya. 

Pasar Sentul dibangun tiga lantai, yaitu dua lantai ditambah dengan rooftop. Konsep pembangunan Pasar Sentul ini pada bagian fasad menggunakan gaya arsitektur indische. 

"Untuk fasilitas penunjang berupa tempat parkir kendaraan, ruang pengelola, ATM / perbankan, tempat ibadah, kamar mandi, tempat pelayanan kesehatan, sarana pengamanan, kios Segara Amarta, kamar mandi / toilet dan sebagainya," jelasnya

"Pasar Sentul dilengkapi dengan eskalator di lantai 1 dan 2 untuk mempermudah mobilitas. Dan yang tak kalah penting, pasar ini memiliki akses yang ramah bagi penyandang disabilitas," imbuhnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tradisional #pasar #sentul #revitaisasi #Jogja #kota