Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Raja Keraton Jogja Sultan HB Ka 10 Ziarahi Leluhurnya melalui Abdi Dalem dengan Gelar Kuthomoro dan Sadranan

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 27 Februari 2024 | 16:05 WIB

 

Abdi dalem Keraton Jogja berjalan membawa ubo rampe menuju Makam Hasto Renggo untuk menggelar Hajad Dalem Kuthomoro, sebelumnya sudah digelar di kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede, Senin (26/2)
Abdi dalem Keraton Jogja berjalan membawa ubo rampe menuju Makam Hasto Renggo untuk menggelar Hajad Dalem Kuthomoro, sebelumnya sudah digelar di kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede, Senin (26/2)

RADAR JOGJA - Keraton Jogja menyelenggarakan Kuthomoro dan Sadranan Ndalem atau ziarah raja Mataram di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede, kemarin (26/2). Acara ini serentak dilakukan di tiga lokasi, yaitu Makam Raja Raja Imogiri, Kotagede, dan Hasto Renggo.

"Acara ini adalah lanjutan dari acara kemarin yaitu Kuthomoro. Kuthomoro adalah proses penerimaan ubarampe ziarah dari utusan Kraton Ngayogyakarta," ujar abdi dalem Tepas Puroloyo Kotagede Ngabdul Rahmanto kemarin (26/2).

Setelah ubarampe diterima dari abdi dalem Makam Raja-Raja Kotagede, acara dilanjutkan prosesi ziarah atau sadranan. Sadranan untuk mengirim doa untuk arwah leluhur para pendiri Kerajaan Mataram.

"Kalau di sini di antaranya Ki Ageng Mataram, Kanjeng Panembahan Senopati, Sinuwun Prabu Hanyakrawati, Sri Sultan Hamengku Buwono II serta seluruh kerabat yang ada di pesarean ini," jelasnya.

Acara dimulai dari penyiapan ubarampe di depan Masjid Gede Mataram Kotagede. Selanjutnya para abdi dalem kirab dari depan masjid sampai dalam kompleks masjid. "Sesampainya di masjid kita lakukan dzikir, tahlil dan doa. Setelah itu tabur bunga," tuturnya.

Tabur bunga dilakukan di dua kompleks makam yang berdekatan yaitu kompleks Makam Raja-Raja Mataram dan Hasto Renggo. Hasto Renggo merupakan pemakaman dari putra Sultan Hamengku Buwono VII, Pangeran Juminah.

Sementara itu, Pangarso Tepas Puroloyo Kotagede KRT Hastono Negoro menambahkan, Kuthomoro dan Sadranan Ndalem merupakan agenda dari Sultan Hamengku Bawono Ka 10 untuk menziarahi leluhurnya lewat utusan yaitu para abdi dalem. Hasto Renggo didirikan Sultan HB VIII. "Pasarean ini diperuntukkan untuk putra wayah dalem dari HB I sampai HB X boleh dimakamkan di sini," jelasnya.

Artinya, Hasto Renggo itu tempat pemakaman yang hanya boleh diperuntukkan bagi anak dan cucu raja Keraton Ngayogyakarta. Salah satunya Pangeran Juminah. "Posisi makamnya ada di tajuk. Tajuk adalah bangunan yang berada di atas, sedangkan poro wayah (cucu) berada di bawah," jelasnya. "Selain wayah tidak diperkenankan, kecuali atas izin Ngarsa Dalem," tambahnya.

Ia menyampaikan, acara itu dilakukan rutin setiap bulan ruwah menjelang bulan Ramadan. Peserta ziarah merupakan abdi dalem dari Keraton Ngayogyakarta dan Keraton Surakarta.

"Karena ada hubungan baik antara abdi dalem Keraton Ngayogyakarta dan abdi dalem Keraton Surakarta, sehingga abdi dalem Keraton Surakarta juga ikut nyengkuyung," jelasnya.

Dalam acara itu, ubarampe (perlengkapan) ritual langsung diberikan dari Keraton Ngayogyakarta. Ubarampe itu d iantaranya bunga-bungaan dan wewangian seperti menyan.

"Kita tinggal menyampaikan hajat dalem. Kalau yang di Senopaten diwakili KRT Hastono Kusumo, kalau di Hasto Renggo saya yang mewakili Ngarsa Dalem caos sekar (tabur bunga) di sini," tandasnya.

Dari pantauan Radar Jogja, peserta ziarah terdiri atas abdi dalem Keraton Ngayogyakarta dan Keraton Surakarta menggunakan model surjan atau pakaian berbeda. Dari Keraton Ngayogyakarta mengenakan pranakan lengkap dengan samir dan keberadaan mondholan yang menjadi ciri khas udeng/blangkon Jogjakarta. Sementara abdi dalem Keraton Surakarta menggunakan surjan warna hitam lengkap dengan blangkon dan samirnya. Perbedaan terdapat di blangkon abdi dalem Keraton Surakarta yang tidak ada mondholannya.

Dalam perjalanan dari Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede menuju Hasto Renggo, para abdi dalem kompak mendengungkan puji-pujian yaitu salawat nabi sambil berjalan kaki tanpa alas. Letak dua makam itu berdekatan dengan jarak sekitar 500 meter. (oso/laz)

Editor : Satria Pradika
#Sadranan #keraton jogja #Raja Mataram