JOGJA - Giat pasar murah hari pertama diselenggarakan Pemerintah Kota Jogja (Pemkot Jogja) di Kemantren Jetis, Senin (26/2). Pemkot Jogja siapkan 400 kantong beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan targetkan 200 warga Kemantren Jetis bisa mengakses beras tersebut.
"Kami melihat memang untuk saat ini yang sangat diperlukan masyarakat adalah beras karena harganya yang tinggi. Kegiatan ini salah satu upaya untuk stabilisasi," ujar Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disperindag Kota Jogja Sri Riswanti saat ditemui di Kemantren Jetis, Senin (26/2).
Sri Rieswanti juga menyampaikan perihal stok beras di Kota Jogja bisa dikatakan aman untuk satu bulan kedepan. Walaupun kondisi sekarang stok menurun tetapi bulan depan akan aman karena perkiraan masa panen.
"Kita rata-rata itu surplus sampai 7-8 Minggu. Stok akan terus aman karena nanti akan disusul masa panen raya pada bulan Maret dan April," tuturnya.
Ia juga menerangkan bahwa giat pasar murah di Kemantren Jetis melibatkan ritel sembako seperti Mirota Kampus. Beberapa produk sembako seperti minyak, beras dan gula dari Mirota Kampus juga ikut dijual dalam giat pasar murah Kemantren Jetis.
"Kita memang mengintervensi beberapa ritel modern, tentunya kami minta harga diskon karena biasanya kan mereka juga ada diskon-diskon sendiri dari tokonya, nah itu yang dibawa," tandasnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kampung Badran yang mengikuti giat pasar murah, Putri Sutarmi menambahkan giat pasar murah sangat membantu masyarakat. Hal tersebut karena harga di pasar murah lebih miring daripada di pasar pada umumnya.
Baca Juga: Dr. Stevanus Diprediksi Lolos Kembali Menjadi anggota DPRD DIY
"Harganya serba ringan, kalau di pasar umumnya kan harganya mahal sedangkan disini lebih murah," ujarnya.
Rencananya Putri akan membeli beras jenis premium seberat lima kilogram. Beras tersebut nantinya akan digunakan untuk konsumsi sehari hari keluarganya.
Ia menilai harga beras premium di pasar menyentuh harga Rp 17.000 perkilonya. Harga tersebut relatif memberatkan ia dan keluarganya, terlebih salah satu keluarganya berkebutuhan khusus.
"Saya kan punya tanggungan anak, sudah berumur 24 tahun belum bisa bekerja. Kalau bisa pemerintah segera mengamankan harga beras agar stabil dan tidak terlalu mahal," pungkasnya.
Dari pantauan Radar Jogja, sejak dari pagi sudah terlihat antrian memanjang warga Kemantren Jetis. Dari pihak panitia menyediakan kupon sistem pembelian agar tertib dan rapi. Panitia memberikan maksimal pembelian beras SPHP sejumlah dua pack setara 10 kilogram. Selain itu, untuk melakukan pembelian, warga juga diwajibkan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebagai syarat pembelian. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin