Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jelang Ramadan, Peziarah Padati Kompleks Makam Pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan

Agung Dwi Prakoso • Senin, 26 Februari 2024 | 16:55 WIB
ZIARAH: Rombongan pengunjung berdoa di makam Pahlawan Nasional dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan di Makam Karangkajen, Jogja, (25/2).Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja
ZIARAH: Rombongan pengunjung berdoa di makam Pahlawan Nasional dan pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan di Makam Karangkajen, Jogja, (25/2).Agung Dwi Prakoso/Radar Jogja

 


RADAR JOGJA - Ribuan orang memadati kompleks makam pendiri Muhammadiyah dan Pahlawan Nasional KH Ahmad Dahlan di Karangkajen, Brontokusuman, Mergangsan, Kota Jogja, kemarin (25/2). Mereka melakukan tradisi tahunan menjelang bulan puasa yaitu bersih makam dan ziarah keluarga.


"Mereka datang berduyun-duyun sejak bakda subuh dan paling ramai itu sekitar pukul 06.00. Kompleks makam sampai penuh," ujar Juru Kunci Makam Karangkajen Narsamhudi kepada Radar Jogja kemarin (25/2).


Pengunjung yang datang merupakan ahli waris dari salah satu keluarganya yang dimakamkan di kompleks itu, salah satunya KH Ahmad Dahlan. Pengunjung berasal dari dalam kota maupun luar Kota Jogja.  "Kadang jika ada ahli waris yang berhalangan hadir dan sedang berada di luar kota, mereka mensuport acara ini dengan transfer sejumlah uang," jelasnya.


Uniknya, dalam acara ini setiap ahli waris yang datang serempak membawa 'nuk' atau nasi sejumlah 10 porsi. Nasi itu kemudian dikumpulkan di meja panitia yang nantinya akan di santap bersama selepas acara selesai. "Jadi tadi ada ribuan nasi dengan berbagai macam variasi lauk pauk yang dikumpulkan dari warga dan ahli waris," tuturnya. 


Acara ini merupakan rutin yang digelar setiap tahun oleh pengurus Kampung Brontokusuman. Narsamhudi menceritakan, awal mula digelarnya acara itu sudah sejak zaman kakeknya yang menjadi juru kunci makam Karangkajen, bahkan lebih lama lagi. 
"Saya jadi juru kunci makam baru sejak 2015. Saya meneruskan bapak saya dan kakek saya. Jadi memang turun temurun," bebernya. 


Ia mengakui pengunjung yang datang pada tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya. Lahan parkir sampai tidak muat menampung kendaraan pengunjung, sehingga harus memakai lahan di luar kampung. "Mungkin sekitar 3.000 pengunjung yang datang pagi tadi (kemarin, Red) ," tandasnya. 


Panitia pengurus telah mempersiapkan acara itu satu bulan sebelum hari H. Pemberitahuan perihal waktu penyelenggaraan juga dilakukan sedini mungkin. 


"Satu bulan sebelumnya sudah mulai persiapan. Kami juga memberi undangan kepada ahli waris agar mereka tahu lebih awal dan kalau kerja atau ada kesibukan mereka bisa ambil cuti," jelasnya. 
Di Makam Karangkajen, selain KH Ahmad Dahlan juga dikebumikan Pahlawan Nasional yang lain, yakni pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Indonesia, Lafran Pane. 


Sementara itu, salah seorang ahli waris asal Gunungkidul Sri Warjiati menambahkan, dirinya setiap tahun selalu datang ziarah ke keluarganya di makam Karangkajen. Tidak lupa akan tradisinya, dia juga pasti membawa 'nuk' sejumlah 10 bungkus. 
"Kebetulan suami saya orang sini, jadi kalau pas ke Jogja walupun tidak ada acara seperti ini, kami juga menyempatkan mampir untuk berziarah," katanya. (oso/laz)

Editor : Satria Pradika
#tradisi nyadran #Kota Jogja #kh ahmad dahlan