JOGJA - Pelaksanaan pemilihan suara ulang (PSU) dan pemilihan suara lanjutan (PSL) di wilayah DIY berjalan lancar dan aman.
Tak ada laporan khusus yang terjadi, hanya tingkat partisipasi masyarakat menurun dibanding pada coblosan 14 Februari lalu.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu DIY, Umi Illiyina mengatakan, dari hasip evaluasi pengawasan pelaksanaan PSU dan PSL berjalan lancar dan aman di wilayah DIY.
Hanya, tingkat partisipasi masyarakat menurun.
"Tingkat partisipasi masyarakat menurun dibandingkan pada tanggal 14 Februari yang lalu," katanya kepada Radar Jogja Minggu (25/2).
Umi menjelaskan, prosentase penurunan tingkat partisipasi tersebut tak bisa dibeberkan sebab setiap TPS berbeda-beda.
Namun demikian, penyebab menurunnya tingkat partisipasi tersebut lantaran pelaksanannta tak ada penetapan hari libur khusus.
"Iya disebabkan PSU dan PSL tidak ditetapkan sebagai hari libur nasional sehingga masih ada pemilih yang tetap bekerja pada hari tersebut dan tidak bisa ke TPS," ujarnya.
Pun Umi tak bisa membeberkan total pemilih yang menyoblos pada PSU dan PSL Sabtu (24/2). Sebab total pemilih belum terinventarisasi.
"Total pemilih per kabupaten belum masuk, karena baru rapat pleno terbuka per kecamatan. Yanng tidak datang ke TPS berarti tidak menyalurkan hak pilihnya pada hari tersebut," jelasnya.
Menurutnya, tak akan ada lagi pengulangan coblosan usai terselenggaranya PSU dan PSL usai ini. Sebab hal ini berkaitan dengan logistik pemilu.
Hal ini sesuai dengan regulasi Undang-undang yang dibatasi hanya boleh dilaksanakan satu kali.
"Tidak ada kejadian khusus, alhamdulillah aman dan lancar. PSU dan PSL dalam regulasi hanya bisa dilaksanakan satu kali saja," imbuhnya.
Namun demikian, total PSU di DIY ada 17 TPS, PSL ada 6 TPS. Ini tersebar di 3 kabupaten/kota, yaitu Kota Jogja, Sleman, dan Bantul.
Terpisah, Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU DIY Tri Mulatsih mengatakan hal senada bahwa jumlah pemilih PSU dan PSL belum dapat direkap.
"Saya belum punya rekapannya e," katanya. (wia)