JOGJA - Fenomena anomali terjadi di Kota Jogja, biasanya pada awal tahun adalah fase low season bagi kunjungan wisatawan. Data Pergerakan wisatawan di Kota Jogja selama bulan Januari sebanyak 718.371 orang. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan pada Januari 2023.
"Fenomena ini merupakan Anomali, biasanya Januari-Februari diprediksi selalu landai tapi kok ini malah meningkat," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Wahyu Hendratmoko beberapa waktu lalu.
Mayoritas wisatawan yang berkunjung di Kota Jogja berasal dari luar daerah. Para wisatawan tersebut berkunjung dengan tujuan study tour atau hanya sekadar wisata keluarga.
"Buktinya kita bisa melihat sendiri banyak bus yang berlaku lalang di Kota Jogja dalam bentuk study tour atau wisata," tuturnya.
Data wisatawan tersebut dapat disimpulkan jauh lebih meningkat dari data wisatawan bulan Januari 2023. Pada bulan Januari 2023, wisatawan yang berkunjung di Kota Jogja hanya sebesar 355 ribu orang.
"Angka-angka tersebut diharapakan dapat kita jaga terus dengan berbagai macam upaya untuk memberikan persepsi yang selalu bagus ketika berkunjung ke Kota Jogja," jelasnya.
Pemkot Jogja siap memberikan pelayanan terbaik bagi para wisatawan. Salah satu bentuk pelayanan tersebut adalah diadakanya beberapa event strategis pada bulan Februari dan Maret.
"Di akhir bulan Februari akan ada delapan event yang dimeriahkan oleh sekitar 1200 orang yang terbagi dalam delapan sub event," tandasnya.
Beberapa event yang akan diselenggarakan di Kota Jogja tersebut diantaranya Bazar yang akan dilaksanakan oleh Becraft, lomba mewarnai dalam pesta pelajar dan mahasiswa Kotabaru, Beauty Class, Olah raga Pound fit, Walking Tour, Band Performance dan Fun Run. Acara tersebut akan diselenggarakan pada akhir bulan Februari mulai tanggal 24.
"Itu merupakan salah satu bentuk upaya kita untuk menambah daya tarik wisata dan sebagai pelayanan terbaik bagi wisatawan sehingga mereka betah di Kota Jogja," bebernya.
Sementara itu, kenaikan jumlah wisatawan tersebut juga tercatat dalam data di Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Saat dihubungi pada, Jumat (23/2/2024), Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ), Deddy Pranowo Waryono menyampaikan selepas momen Pemilu 2024 okupansi hotel di DIJ mengalami kenaikan.
"Tadinya tanggal 12-16 Februari terjun bebas. Yang reservasi sekitar 10-25%. Tapi okupansi kembali di tanggal 17 Februari rata-rata 40-60%," jelasnya.
Deddy menjelaskan biasanya pada awal tahun adalah masuk kategori low season. Rata-rata pada low season okupansi hotel di angka 30-40%.
"Mereka yang datang kesini kebanyakan wisatawan dari DKI Jakarta, Jawa Timur dan Jawa Barat," pungkasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin