JOGJA - Universitas Pembangunan Nasional 'Veteran' Yogyakarta berkomitmen menjadi pusat unggulan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Keberadaan SEM-MLA menjadi sorotan, karena alat ini satu-satunya di Indonesia dan tidak tersedia di laboratorium manapun.
Informasi tersebut muncul saat UPNYK meresmikan Gedung Laboratorium Terpadu dan Gedung Layanan Akademik Prof. Drs. H. R. Bambang Soeroto di Kampus 1 pada Jumat (23/2/2024).
Laboratorium Terpadu diresmikan langsung oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Jogjakarta, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X.
Turut hadir dalam acara Grand Launching, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek, Prof. Ir. Nizam, Jajaran Polda DIJ, serta Jajaran Kejaksaan Tinggi DIJ.
Rektor UPNYK, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, mengatakan proses awal pembangunan Laboratorium Terpadu dimulai dengan pengajuan hibah kepada Korea International Corporation Agency (KOICA) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
"Laboratorium ini menjadi tonggak UPNYK untuk menegaskan posisi keunggulannya," kata Mohamad Irhas Effendi.
Selain untuk menjadi sarana peningkatan pembelajaran, laboratorium akan dioperasikan sebagai penunjang riset baik dari internal sivitas akademika UPNYK, maupun riset eksternal, dan pengabdian masyarakat.
Sementara itu, Gusti Paku Alam X berharap fasilitas tersebut mampu memberikan daya dorong terhadap kemajuan proses belajar mengajar di UPNYK.
"Menjadi harapan kita bersama dengan diresmikannya gedung dan fasilitas ini, mampu mendukung kegiatan belajar mengajar dan riset yang semakin berkualitas," kata Paku Alam X.
Pihaknya juga mengapresiasi dengan implementasikannya smart campus dan smart building pada gedung guna mendukung terciptanya kampus sehat dengan memperhatikan sustainable development goals.
Terpisah, Kepala Laboratorium Terpadu UPNYK, Dr. Ir. Joko Soesilo, realisasi dari hibah tersebut terwujud dalam pembelian alat-alat canggih.
"Salah satunya keberadaan SEM-MLA, yaitu Scanning Electron Microscope - Mineral Liberation Analyzer. Satu-satunya di Indonesia dan tidak tersedia di laboratorium manapun," kata Joko.
Dia menjelaskan, alat SEM-MLA memiliki fungsi khusus untuk menganalisis kandungan mineral dalam suatu obyek penelitian dengan pendekatan digital yang lebih efisien.
(gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin