Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jangan Panik! Ketersediaan Bahan Pangan DIY Mencukupi, Disperindag Gelar Pasar Murah

Winda Atika Ira Puspita • Jumat, 23 Februari 2024 | 01:41 WIB
KECELE: Warga kecele saat hendak menyerbu Pasar Murah di Halaman Kantor Disperindag DIY Kamis (22/2).
KECELE: Warga kecele saat hendak menyerbu Pasar Murah di Halaman Kantor Disperindag DIY Kamis (22/2).

JOGJA - Menyikapi harga kebutuhan pokok yang merangkak naik, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menggelar pasar murah di halaman kantor Kamis (22/2).

Hal ini sebagai salah satu upaya untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, beberapa bahan pangan pokok yang dijual dengan harga terjangkau.

Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti mengatakan, pasar murah ini sejatinya kegiatan rutin yang dilakukan berkolaborasi dengan stakeholder terkait.

Ada beberapa komoditas yang dijual murah. Selain beras, minyak, dan gula pasir, ada juga bawang putih, bawang merah, telur, dan berbagai macam produk olahan UMKM DIY.

"Saya terkejut hari ini antusiasnya luar biasa di masyarakat, harapan kami nggak usah paniklah masyarakat. Ketersediaan berbagai bahan pangan mencukupi," katanya di Kantor Disperindag Kamis (22/2).

Syam menjelaskan, dalam pasar murah itu pihaknya menyediakan berbagai komoditi dari 7 distributor di DIY.

Di antaranya, jumlah persediaan untuk pasar murah beras sekitar 4,5 ton, minyak kita 1,5 ton, minyak goreng premium1 ton, gula pasir 1,5 ton.

Adapun harga beras yang disediakan meliputi, beras medium dari Bulog SPHP 5 kilogram seharga Rp 51 ribu, beras medium C4 Rp 70 ribu per 5 kilogram, kemudian beras premium Sawah Jingga seharga Rp 71 ribu per 5 kilogram.

Selanjutnya, komoditas Minyak Kita dari Rp 12.700 per 900 ml, Minyak Kita pouch Rp 13.000, Minyak Kita Rp 13.700 per liter. Minyak premium Rp 15 ribu per liter hingga Rp 30 ribu per 2 liter.

Selain itu ada gula pasir seharga Rp 15 ribu per kilogram, tepung terigu Rp 7.500 ssmpai Rp 8.500 per kilogram, bawang putih sinco Rp 15 ribu per 500 gram, dan bawang putih kating Rp 18 ribu per 500 gram. Selain itu telur ayam seharga Rp 26.500 per kilogram.

Pasar murah itu dilakukan serentak mulai dari provinsi, kabupaten/kota. Di beberapa kemantren juga dilakukan pasar murah. 

Diharapkan dengan pasar murah itu masyarakat tidak melakukan panic buying, terlebih mendekati bulan puasa dan idul fitri sehingga dapat terkendali ketersediannya. Praktis, harga komoditi lainnya tak turut menjulang.

"Memang ada beberapa pembatasan pembelian ya (dalam pasar murah), karena kita ingin memeratakan. Ini kan ada subsidinya sehinggga masyarakat sampai berjubel," ujarnya.

Syam pun tak menampik, beberapa minggu terakhir ini terjadi kenaikan terutama harga beras premium di pasaran hingga Rp 18 ribu per kilogram. Dampak yang terjadi juga kekurangan stok di wilayah.

Pun, hal tersebut diikuti dengan beberapa harga bahan pokok lainnya ikut naik.

Sementara, untuk beras difaktori karena di wilayah DIY belum memasuki panen raya. Dan adanya pembatasan pembelian dari distributor.

"Panen rayanya mundur, harusnya sudah mulai panen raya nih. Di beberapa wilayah juga ada pembatasan dari distributor untuk memeratakan," jelasnya tentang faktor penyebab kenaikan harga beras.

Kendati begitu, dia menyebut menurut informasi dari pusat bahwa cadangan pangan pemerintah diklaim cukup.

Saat ini ada 1,5 juta ton cadangan pangan pemerintah yang tersedia, kemudian akan ada beras impor masuk 2 juta ton.

"Harapan kita dengan masuknya beras impor nanti harganya akan turun. Semoga tidak pas hari panen raya, kalau pas panen raya beras impor masuk kan kasian petaninya juga nanti harganya bisa turun," terangnya.

Sedangkan, untuk pasar murah ini rencananya akan berlanjut. Di bulan Maret dilakukan sebanyak 4 kali dengan lokasi yang berbeda-beda.

Berkaitan dengan lokasi ini pihaknya berkoordinasi dengan 5 kabupaten/kota.

"Di bulan April banyak juga kita lakukan, artinya masih lihat situasinya apalagi mua puasa dan idul fitri. Jadi ini akan terus kita lakukan sampai Desember," tambahnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#pasar murah #Disperindag DIY #kebutuhan pokok