JOGJA - Pemprov DIY mendukung sepenuhnya proses pemungutan suara ulang (PSU) dan pemungutan suara lanjutan (PSL) di 18 TPS di DIY. Di antaranya, Sleman, Bantul, dan Kota Jogja pada Sabtu 24 Februari mendatang.
Diharapkan, pencoblosan ulang ini menjadi yang terakhir kali.
Sekprov DIY Beny Suharsono meyakini terjadinya PSU dan PSL sudah dilakukan evaluasi sebelumnya dari pihak-pihak terkait. Tentu, pemprov mendukung pelaksanaan tersebut.
"Pemerintah daerah mendukung sepenuhnya untuk kelancaran besok pelaksanaan pemungutan suara," katanya ditemui di Kompleks Kepatihan Rabu (21/2).
Beny menjelaskan pada prinsipnya evaluasi tersebut menjadi pembelajaran bagi semuanya. Sehingga coblosan ulang itu menjadi yang terakhir.
Pun diharapkan PSU dan PSL Sabtu pekan ini berjalan lancar. Sehingga tidak perlu lagi ada yang diulang.
"Kami berharap besok pelaksanaan pemilihan ulang yang terakhir-lah. Saya kira harus menjadi pembelajaran semua," ujarnya.
Adapun terkait hasilnya apapun nanti, Beny menyebut pemprov tetap pada posisi sangat netral terkait hasil.
Apapun hasilnya menjadi kewenangan lembaga negara KPU dan pengawas oleh Bawaslu yang berkompeten.
Kendati begitu, pemprov tak semata-mata lepas tangan. Pihaknya juga turut bertanggung jawab dari sisi masyarakatnya.
"Tapi kami tidak bisa lepas dari semua itu, kan pemerintah ikut bertangung jawab karena masyarakatnya kan masyarakat yamg majemuk dan di Jogja terdiri dari berbagai macam kehendak dinamika yang terjadi," jelasnya.
Pemprov dalam Pemilu 2024 ini juga membuka posko yang bisa menjadi tempat pengaduan masyarakat berada di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY.
Untuk pelaksanaan pemilu kepala daerah nanti posko berada di Biro Pemerintah Daerah.
"Khususnya ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya secara lancar aman dan damai," tambahnya.
Tak kalah penting adalah, diharapkan tidak ada kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang sakit akibat kelelahan dalam proses perhitungan suara.
Namun, pemprov sudah mengupayakan dengan mensupai multivitamin petugas yang bertugas dalam pemilu
Selain itu, fasilitas layanan kesehatan seperti puskesmas terdekat TPS di wilayah juga telah disiagakan.
Sehingga ini sebagai satu upaya untuk mendekatkan layanan kesehatan dan mempermudah jika ada kemungkinan petugas KPPS di wilayah mengalami sakit.
"Karena penyelenggaranya juga sangat serius, kartu (surat) suaranya sedemikian banyak yang harus diteliti harus pelan-pelan, ora kemrungsung, dan sebagainya. Kemarin rata-rata saat pelaksanaan kan baru selesai pagi," imbuhnya.
Sebelumnya, Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU DIY Tri Mulatsih mengatakan bakal menggelar PSU dan PSL di 18 TPS di DIY serentak 24 Februari mendatang.
Paling banyak di Sleman ada 11 TPS, kemudian Bantul ada 5 TPS dan Kota Jogja bertambah 1 TPS menjadi 2 TPS.
PSU dan PSL itu dilakukan lantaran adanya kesalahan prosedur selama pemungutan suara.
Sementara, pelaksanaan PSL jumlahnya tidak banyak di DIY hanya sekitar dua atau tiga orang per TPS. (wia)
Editor : Amin Surachmad