RADAR JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jogjakarta memprediksi bakal ada potensi hujan sedang hingga lebat dalam tiga hari ke depan. Kondisi tersebut kemungkinan besar dapat terjadi pada beberapa wilayah di DIY bagian utara.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Jogjakarta Warjono mengatakan, dari hasil analisis dinamika atmosfer terkini pihaknya mengidentifikasi adanya pusat tekanan rendah di beberapa wilayah. Meliputi Australia bagian Utara, Samudra Hindia sebelah Barat Daya Jawa, dan Samudra Hindia sebelah Barat Sumatra. “Sehingga membentuk pola pertemuan angin (konvergensi) di Jawa,” ujar Warjono dalam keterangannya, Selasa (20/2).
Di samping itu, sambungnya, anomali suhu muka laut di Pulau Jawa dan Samudra Hindia bagian Selatan Jawa kini kondisinya cukup hangat. Sehingga dapat menambah potensi penguapan massa uap air.
Kemudian dari hasil analisis terkini, kelembaban udara di wilayah DIJ ada pada ketinggian 1.5 – 3.0 km (level 850 - 700 mb) berkisar antara 60 – 85 persen atau masuk kategori cukup basah. Hal itu menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIJ pada siang, sore, malam, dan dini hari.
Karena kondisi itu, Warjono memprediksi bakal ada potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada sebagian wilayah selama tiga hari ke depan. Wilayah yang berpotensi mengalami kondisi cuaca tersebut meliputi Kota Jogja, Sleman, Kulon Progo bagian Utara, dan Gunungkidul bagian Utara.
Kemudian pada Rabu (21/2) potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah Sleman bagian Utara dan Kulon Progo bagian Utara. Sementara pada hari Kamis (22/2) kondisi cuaca buruk berpotensi terjadi di Sleman bagian Utara.
“Kami minta masyarakat waspada bencana pohon tumbang apabila terjadi hujan deras disertai angin kencang. Serta bencana banjir dan tanah longsor jika intensitas hujan sedang namun berlangsung lama,” pesan Warjono.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meminta agar masyarakat memiliki pengetahuan tentang kebencanaan. Sebab, Kabupaten Sleman merupakan salah satu wilayah yang masuk dalam kawasan rawan bencana.
Instansi terkait di Pemkab Sleman pun diharapkan dapat memastikan sarana dan prasarana penanganan bencana dalam kondisi baik. Serta meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi berbagai potensi bencana yang bisa terjadi di Sleman.“Dengan berbekal pengetahuan dan pengalaman yang memadai dalam menghadapi bencana, kita akan mampu bersikap dan bertindak secara cepat dan tepat,” ungkap Kustini. (inu/din)