Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terus Mengalami Kenaikan, Pedagang Beras di Pasar Kotagede Jogja Pilih Sementara Tidak Jualan

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 20 Februari 2024 | 12:30 WIB

 

TAK BERANI JUAL: Bu Temu, pedagang sembako di Pasar Kotagede, Kota Jogja, kemarin (19/2). Menyusul kenaikan harga beras, ia pilih sementara tidak jualan beras dulu.
TAK BERANI JUAL: Bu Temu, pedagang sembako di Pasar Kotagede, Kota Jogja, kemarin (19/2). Menyusul kenaikan harga beras, ia pilih sementara tidak jualan beras dulu.

RADAR JOGJA - Harga bahan pokok khususnya beras di Kota Jogja mengalami kenaikan. Beberapa pedagang pun mengeluhkan tingginya harga beras yang membuat pelanggan sepi. Oleh karena  itu, para pedagang bahkan beberapa hari belakangan tidak berani menjual beras.

 ''Betul Mas, beras sekarang naiknya tinggi. Sudah mahal, kualitasnya juga menurun," ujar Bu Temu, penjual sembako di Pasar Kotagede, Kota Jogja, saat ditemui kemarin (19/2).

Kenaikan harga beras tersebut dimulai satu bulan lalu. Sebelumnya, harga beras bulan lalu di Pasar Kotagede Rp 13.000-14.000 ribu untuk per kilo gram. "Beras kualitas bagus sekarang di harga Rp 17 ribu-Rp 19 ribu. Untuk yang standar harganya Rp 15 ribu-Rp 16 ribu per kg," tuturnya.

 Dikarenakan harga beras yang tinggi itu, Bu Temu mengaku sudah satu minggu ini sengaja tidak menjual beras. Hal itu karena selain mahal, kualitas beras juga sedang menurun sehingga banyak komplain dari pelanggan.

 "Para penjual nasi goreng, makanan berat dan pedagang yang mengandalkan beras sebagai dagangan pokok, banyak yang mengeluh," jelasnya.

Bu Temu adalah penjual sembako yang telah berjualan di Pasar Kotagede kurang lebih 30 tahun. Ia menilai naiknya harga beras sekitar Rp 2.000 per kilo.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disperindag Kota Jogja Sri Riswanti  menambahkan, kemungkinan penyebab naiknya harga beras berkaitan dengan menurunya stok beras. Masa panen memicu stok beras menurun.

 "Biasanya bulan Februari beberapa tempat sudah panen raya. Ini kemungkinan Maret baru panen karena faktor cuaca atau intensitas curah hujan," tandasnya.

Pihaknya belum menyimpulkan naiknya harga beras di Kota Jogja itu akan bertahan sampai kapan. Ia berharap para petani bisa segera panen agar stok beras melimpah.

"Kalau sampai kapan, ya semoga daerah-daerah penghasil beras segera panen dengan hasil yang melimpah, sehingga neraca ketersediaan beras kembali normal. Untuk stok beras di Jogja alhamdulillah masih terjaga,"  tambahnya. (oso/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#Pasar Kotagede #beras #sembako