JOGJA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY memastikan bahwa ketersediaan beras untuk wilayah DIY masih aman dan terjaga, baik di sektor ritel ataupun di pasar.
Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti mengatakan, pembatasan pembelian beras yang sebelumnya sempat dilakukan adalah salah satu upaya dalam rangka pemerataan pembelian saja.
Itu bukan karena ketersediaan yang menipis atau langka.
"Dari sisi stok tersedia masih banyak, di pasar juga ritel kami pantau juga masih banyak tersedia," katanya, Sabtu (17/2).
Lebih lanjut, menyoal harga beras yang sempat melambung tinggi, Syam menjelaskan bahwa salah satu faktornya adalah karena belum terjadinya panen raya.
Bahkan, dari pantauannya panen diperkirakan akan mundur karena musim hujan yang juga mundur dan curah hujan yang belum stabil sehingga mempengaruhi masa panen.
"Ketika nanti sudah panen, maka ketersediaan juga akan bertambah, dan kami harapkan stoknya jadi lebih aman," harapnya.
Syam juga menyebutkan, bahwa setiap ada impor beras yang dilakukan oleh pemerintah, DIY juga jadi salah satu wilayah yang hampir selalu mendapatkan jatah beras tambahan.
Selain itu, DIY juga mendatangkan beras dari beberapa daerah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Sedikit mundur ke belakang, momentum pemilu kemarin juga cukup mempengaruhi terhadap naiknya harga beras.
Dikatakannya, beberapa calon legislatif ada yang membeli beras dalam jumlah banyak dan memberikannya kepada masyarakat sebagai salah satu metode kampanye.
"Tapi untuk saat ini kondisinya sudah relatif stabil dan Bulog juga sudah menyalurkan Beras Stabilisasi Pasokan Harga Pasar (SPHP)," paparnya.
Menatap momentum Ramadan, Syam membeberkan, secara pola umumnya akan terjadi peningkatan permintaan.
Pihaknya pun saat ini telah menyiapkan skema untuk menggelar operasi pasar dan akan semakin digencarkan saat bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri.
"Biasanya ada peningkatan permintaan, kami gencarkan di Ramadan sama mendekati Idulfitri. Nanti ada pasar murah di empat kabupaten dan satu kota," tandasnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad