Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ganjar-Mahfud Unggul di TPS HB X dan Keluarga Nyoblos, Disusul Prabowo-Gibran dan Anis-Muhaimin

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 15 Februari 2024 | 00:07 WIB
PERTAMA: Suasana di TPS 12 Ndalem Cokronegaran Panembahan, Jogja.
PERTAMA: Suasana di TPS 12 Ndalem Cokronegaran Panembahan, Jogja.

JOGJA- Pasangan calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menempati posisi pertama di TPS 12 Panembahan Keraton Jogja.

TPS bertempat di Ndalem Cokronegaran itu merupakan tempat Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X dan permaisuri GKR Hemas beserta 9 anggota keluarga anak, mantu, dan cucu itu mencoblos.

Ketua KPPS TPS 12 Panembahan Suroto mengatakan, dari 228 surat suara yang sah, 117 di antaranya memilih Ganjar-Mahfud.

Prabowo- Gibran menyusul memperoleh 76 suara, sementara Anies-Muhaimin memperoleh 35 suara.

"Dua surat suara dinyatakan tidak sah," katanya Rabu sore (14/2).

Suroto menjelaskan, dari total 283 DPT di TPS 12 ini plus 5 pemilih tambahan, di antara yang menyalurkan suaranya berjumlah 230. Dua surat suara di antaranya tercatat tidak sah.

"Dua surat suara yang dinyatakan tidak sah lantaran tidak dicoblos, sementara satunya semua calon capres-cawapres dicoblos semua," ujarnya.

Perhitungan suara di TPS 12 Panembahan ditarget selesai Kamis (15/2) pukul 01.30. Terlebih untuk perhitungan suara capres cawapres membutuhkan waktu tak sebentar.

"Untuk penghitungan capres-cawapres saja butuh waktu dua jam," jelasnya.

Diketahui sebelumnya, Raja Keraton dan permaisuri bersama anak, mantu, dan cucu mencoblos dalam satu TPS yang sama yakni TPS 12 Ndalem Cokronegaran Kompleks Keraton Jogja.

Usai mencoblos, Sultan sapaannya itu pun berpesan kepada 3 paslon capres dan cawapres. Bahwa, usai coblosan ketiga paslon diminta menjaga kondusifitas. Dengan tidak mengungkit masalah perbedaan baik dalam hal program visi misi ataupun gesekan tertentu.

"Saya kira begitu selesai permasalahan-permasalahan perbedaan yang mereka lakukan, ntah dalam program ataupun gesekan yang ada saya kira selesai," katanya.

Raja Keraton itu menyebut semua pihak harus saling menghargai pilihan politik warga atau masyarakat di seluruh Indonesia ini. Sebab, mereka sedang menjalankan demokrasi sebagai warga negara Indonesia.

"Kita juga harus ada kemauan untuk menghargai pilihan warga masyarakat, karena (pemilu) bangsa ini untuk menentukan pilihan siapa pemimpin lima tahun yang akan datang," tambahnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#calon presiden #Ganjar-Mahfud #keraton jogja